Pages

Moncong Nasutoceratops titusi

Jurnal KeSimpulan.com - Dino horned luar biasa dengan moncong raksasa dan bertanduk aneh pernah mengisi lanskap benua pulau yang dikenal sebagai Laramidia.

Satu hipotesis bahwa spesies yang sama di daratan yang sama tetapi berevolusi terpisah. Triceratops baru, fosil dinosaurus yang digali di Utah, mungkin bisa membantu untuk menjawab pertanyaan yang telah lama membuat palaeontolog garuk-garuk kepala.


Dijuluki Nasutoceratops titusi, makhluk Late Cretaceous sekitar 76 juta tahun lalu, anggota keluarga dinosaurus herbivora ceratops yang salah satunya terkenal dengan triceratops bertanduk 3. Tapi N. titusi sangat istimewa bahkan bagi ceratops sendiri.

"Ukuran jumbo schnoz dari Nasutoceratops mungkin tidak terkait dengan sensitifitas aroma karena reseptor penciuman terjadi jauh di belakang kepala, berdekatan dengan otak," kata Scott Sampson, kurator Denver Museum of Nature and Science di Colorado.

Tengkorak ditemukan hampir utuh terdiri moncong kebesaran dilengkapi pisau dan tanduk minang fokus ke depan di atas mata serta berhias tulang frill di dasar kepala. Dari horntip ke tailtip panjang sekitar 4 meter. Semua ceratopsids memiliki hidung sangat besar, tetapi Nasutoceratops adalah juara.

"Fungsi fitur aneh ini masih belum jelas. Tanduk dino paling mungkin digunakan sebagai sinyal dominasi visual atau senjata untuk melawan pesaing," kata Mark Loewen, geolog University of Utah di Salt Lake City.


Bukti memberi rincian lebih tentang mantra Cretaceous Akhir 27 juta tahun lalu ketika suhu tinggi mencairkan tutupan es global dan memaksa kenaikan permukaan air laut tumpah ke tengah Amerika Utara, meninggalkan 2 daratan di atas kehangatan laut dangkal.

Menurut teori 17 tahun lalu bahwa satu daratan di timur disebut Appalachia, sementara daratan di barat dari Alaska hingga Meksiko bernama Laramidia. Daratan Laramidia menjadi tanah hentakan dinosaurus dari Tyrannosaurus, Hadrosaurus, Dromaeosaurids dan Troodoontids.

Tapi Alberta, Montana dan Alaska melahirkan ceratopses. Fitur hebat N. titusi menunjukkan bagaimana spesies raksasa terfragmentasi untuk habitat lokal, proses disebut provinsialisme. Saat ini 5 mamalia raksasa dari seukuran gajah hingga badak di seluruh benua Afrika.

"Kami masih mencari tahu bagaimana begitu banyak jenis hewan raksasa berhasil hidup berdampingan pada daratan kecil," kata Loewen.
A remarkable short-snouted horned dinosaur from the Late Cretaceous (late Campanian) of southern Laramidia

Scott D. Sampson1,2,3 et.al.
  1. Denver Museum of Nature and Science, 2001 Colorado Boulevard, Denver, CO 80205, USA
  2. Department of Geology and Geophysics, University of Utah, 115 S 1460 East, Salt Lake City, UT 84112, USA
  3. Natural History Museum of Utah, University of Utah, 301 Wakara Way, Salt Lake City, UT 84108, USA
Proceedings of the Royal Society B , 17 July 2013

Akses : DOI:10.1098/rspb.2013.1186

Gambar 1: University of Utah
Gambar 2: Raul Martin

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment