Pages

Kapasitas Bahasa Neanderthal

Jurnal.KeSimpulan.com - Neanderthal mungkin memiliki bahasa. Bukti genetika, paleontologi dan arkeologi menunjukkan mereka berbagi pidato modern dan bahasa dengan kita.

Neanderthal mempesona sejak temuan 200 tahun lalu. Awalnya dianggap sub-human yang paling primitif tetapi bentuk keberhasilan manusia yang menghuni petak-petak Eurasia Barat selama beberapa ratus ribu tahun dalam kehidupan keras dan periode interglasial.


Sepupu terdekat Homo sapiens yang mungkin juga berbagi leluhur yang sama dengan Homo heidelbergensis. Tapi tidak jelas bagaimana kemampuan kognitif atau mengapa manusia modern berhasil menggantikan mereka setelah ribuan tahun hidup bersama.

Seiring temuan-temuan baru data DNA kuno, para peneliti mulai menjalin nasib Neanderthal dan kapasitas kognitif sebanding dengan kita. Dan Dediu, genetikawan linguistik Max Planck Institute for Psycholinguistics di Nijmegen, Belanda, ingin menyelidiki ragam sastra mereka.

Pada dasarnya pidato modern adalah fitur kuno garis keturunan yang berbagi dengan Neanderthal dan Denisovan. Dediu mendorong kembali asal-usul bahasa modern dalam genus Homo sekitar 1,8 juta tahun lalu hingga munculnya Homo heidelbergensis.

Manusia modern menyebar keluar dari Afrika kemudian berinteraksi secara genetik dengan Neanderthal dan Denisovan, maka mereka membawa beberapa gen leluhur, mungkin bahasa manusia modern melestarikan jejak bahasa mereka juga.
On the antiquity of language: the reinterpretation of Neandertal linguistic capacities and its consequences

Dan Dediu1,2 and Stephen C. Levinson2,3
  1. Language and Genetics Department, Max Planck Institute for Psycholinguistics, Nijmegen, Netherlands
  2. Donders Institute for Brain, Cognition and Behaviour, Radboud University Nijmegen, Nijmegen, Netherlands
  3. Language and Cognition Department, Max Planck Institute for Psycholinguistics, Nijmegen, Netherlands
Frontiers in Language Sciences, 05 July 2013

Akses : DOI:10.3389/fpsyg.2013.00397

Gambar: kued.org/University of Utah

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment