Pages

Pikiran Menyetir Helikopter

Jurnal.KeSimpulan.com - Helikopter mainan dikemudikan melalui rintangan oleh pikiran sendiri. Bersama pikiran sendiri, pesawat tak berawak terbang dengan berbagai formasi.

Satu demonstrasi hanyalah soal waktu yang menawarkan janji mengontrol drone dengan pikiran belaka.

Atau mewujudkan impian lama yang memanfaatkan gelombang otak sebagai pondasi teknologi prosthetics dan membangun berbagai robot.

Drone helikopter 4 rotor yang dibuat perusahaan Perancis Parrot melakukan zooming ke kanan dan kiri, atas dan bawah. Pilot pesawat mengoperasikan dari jarak jauh menggunakan topi elektroda yang mendeteksi gelombang otak dan diterjemahkan ke dalam perintah.

Pada akhirnya, para pengembang berharap mengadaptasi teknologi untuk mengontrol anggota badan robot dan peralatan medis lain. Saraf prostetik saat ini membutuhkan elektroda yang ditanamkan dalam tubuh dan dengan demikian orang harus mendapat operasi invasif.

"Kami mengembangkan sesuatu yang non-invasif dan menguntungkan banyak orang, bukan hanya pasien," kata Bin He, bioteknolog University of Minnesota di Minneapolis.

Gambaran mental mengubah aktivitas otak di korteks motorik. Perubahan kekuatan dan frekuensi sinyal dicatat elektroda di kulit kepala menggunakan electroencephalography (EEG) dan diurai software komputer untuk mengungkap maksud pilot.


Laporan sebelumnya menunjukkan orang yang bermeditasi atau berlatih yoga lebih mudah belajar mental untuk memanipulasi kursor. Dalam kasus ini, 5 mata pelajaran memindahkan helikopter saat menonton video langsung dari kamera on-board.

"Ini salah satu demonstrasi paling provokatif menggunakan EEG untuk mengendalikan motor," kata Todd Coleman, neurosaintis University of California, San Diego.

Tim University of Minnesota telah memiliki lengan robot yang dikendalikan EEG dan bergerak dalam 2 dimensi. Tapi para peneliti perlu mengetahui bagaimana mengekstrak informasi bahkan lebih dari sinyal EEG dalam persaingan prostetik yang dikendalikan elektroda implan.

"Kami terus mendengar usaha menarik seperti ini dan bagaimana diterapkan untuk masa depan tetapi kenyataannya itu ada di sini," kata Tre Azam, CEO MyndPlay berbasis di London yang sudah menggunakan teknologi EEG untuk menjalankan multimedia.






Quadcopter control in three-dimensional space using a noninvasive motor imagery-based brain-computer interface

Karl LaFleur1, Kaitlin Cassady1, Alexander Doud1, Kaleb Shades1, Eitan Rogin1 and Bin He1,2
  1. Department of Biomedical Engineering, University of Minnesota, 7-105 NHH, 312 Church Street, SE, Minneapolis, MN 55455, USA
  2. Institute for Engineering in Medicine, University of Minnesota, 725 Mayo, 420 Delaware Ave SE, Minneapolis, MN 55455, USA
Journal of Neural Engineering, 2 May 2013

Akses : DOI:10.1088/1741-2560/10/4/046003

Gambar dan Video: Karl LaFleur et.al., Journal of Neural Engineering, DOI:10.1088/1741-2560/10/4/046003
YouTube: KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube

Artikel Lainnya:

1 comment:

  1. Someone essentially lend a hand to make critically posts I'd state. This is the first time I frequented your website page and so far? I surprised with the research you made to create this actual post amazing. Wonderful activity!

    my page - uitzendbureau arnhem ()

    ReplyDelete