Pages

Tanzania Ibu Pertiwi Dinosaurus

Jurnal KeSimpulan.com - Leluhur dinosaurus keluar dari Afrika kuno. Sepuluh juta tahun setelah kepunahan massal terbesar di dunia, dinosaurus merintis kekuasaan di tempat yang sekarang Tanzania dan Zambia.


Laporan baru mengusulkan kelahiran ibu pertiwi dinosaurus di Afrika. Daratan yang dikonfigurasi sangat berbeda ketika Afrika pada waktu itu adalah bagian dari Gondwanaland, bagian selatan Pangea.

Kepunahan massal akhir Permian 252,3 juta tahun lalu mengizinkan reorganisasi signifikan hewan darat yang hidup di bagian selatan superbenua Pangea. Keluar dari kekacauan ini muncul pendahulu dino menyongsong fajar Dinosaur Age.

Ada pecundang ketika petaka menyapu 90 persen kehidupan planet. Tapi ada Dicynodon berekor pendek dan kepala kura-kura seperti kadal yang lolos. Di sisi pemenangnya adalah herbivora Silesaur yang sangat erat kaitannya dengan dinosaurus.

"Di Tanzania, Silesaur utama yang kita temukan disebut Asilisaurus Kongwe. Asilisaurus seukuran anjing golden retriever dan berkaki panjang ramping," kata Kenneth Angielczyk, geolog Field Museum of Natural History di Chicago.

Namun fosil lain menunjuk Nyasasaurus parringtoni seukuran Labrador retriever dengan ekor 1 meter. Nyasasaurus keluarga relatif dinosaurus tertua. Tetapi tidak bisa sepenuhnya mengesampingkan opsi lain karena materi fragmentaris.


Angielczyk dan rekan menggali makhluk ini selama 7 ekspedisi berburu fosil di Tanzania, Zambia dan Antartika. Dua snapshot hewan berkaki 4 sekitar 5 juta tahun sebelum dan 10 juta tahun setelah kepunahan masal.

Sebelum peristiwa kepunahan, 35 persen spesies berkaki 4 ditemukan di sebagian besar wilayah dengan beberapa spesies memiliki rentang plot 2.600 kilometer. Sekitar 10 juta tahun setelah punah hanya 7 persen spesies yang ditemukan di plot yang sama.

Korban lainnya keluraga archosaur yang mencakup dinosaurus, leluhur buaya dan burung modern. Tapi cynodont berevolusi menjadi mamalia, jadi mereka nenek moyang jauh manusia. Beberapa reptil dan amfibi selamat juga.

"Delapan juta tahun adalah waktu yang lama untuk menunggu. Jika kita menghargai komunitas organisme di sekitar kita, melestarikan dan melindungi mereka adalah cara utama kita dapat memastikan bahwa mereka bertahan," Angielczyk.

Provincialization of terrestrial faunas following the end-Permian mass extinction

Christian A. Sidor1,2 et.al.
  1. Department of Biology and
  2. Burke Museum, University of Washington, Seattle, WA 98195
Proceedings of the National Academy of Sciences

Akses : DOI:10.1073/pnas.1302323110

Gambar: Marlene Donnelly/Field Museum of Natural History

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment