Pages

Sel Induk Manusia Teknik Dolly

Jurnal KeSimpulan.com - Sel induk manusia dibuat menggunakan teknik kloning Dolly. Setelah 16 tahun penciptaan menakjubkan domba Dolly, peneliti mewujudkan impian human embryonic stem cells (hESCs).


Dan kali ini, tampak seolah-olah sel-sel yang asli, tidak palsu ketika pada tahun 2005 sebuah tim Korea Selatan dipimpin Woo Suk Hwang secara curang mengklaim telah mencapai tujuan yang sama.

Menghidupkan kembali harapan menghasilkan jaringan baru menggunakan sel pasien sendiri sehingga menghilangkan risiko penolakan imun karena mengambil sel dari kulit dan sekering sel telur manusia tanpa kromoson sendiri.

Penyatuan sel berperilaku seperti embrio dan menghasilkan hESCs secara teori berubah menjadi jaringan apapun. Banyak tim mencoba dan gagal menghasilkan hESCs dengan cara ini. Ide turun dengan mengubah sel kulit biasa menjadi induced pluripotent stem cells (iPS cells) yang berperilaku agak seperti hESCs.

"Saya tidak berpikir teknik tiba terlambat," kata John Gurdon, nobelis 2012 dari Gurdon Institute di University of Cambridge, mengkloning embrio katak.

Tapi hESCs mungkin kembali ke track setelah tim Oregon National Primate Research Center di Beaverton dipimpin Shoukhrat Mitalipov tahun 2007 menunjukkan sel induk embrionik dari telur monyet menggunakan teknik Dolly.

"Sangat baik membandingkan sel iPS dan sel teknik Dolly dari individu yang sama untuk melihat yang paling normal," kata Robin Lovell-Badge dari National Institute for Medical Research di London.

Sudah pasti yang diidam-idamkan, sekarang tim Mitalipov telah menyempurnakan metode untuk bekerja dengan telur manusia juga. Jika hESCs Mitalipov berubah lebih superior dibanding iPS bisa menjadi sinyal kemajuan penting.

"Mitalipov jelas memiliki efisiensi sangat tinggi dan sel-sel sangat normal dan itulah yang belum didapat dari sel iPS. Namun masih perlu bermuara untuk mendapatkan telur manusia," kata Chris Mason dari University College London.




Human Embryonic Stem Cells Derived by Somatic Cell Nuclear Transfer

Masahito Tachibana1 et.al.
  1. Division of Reproductive & Developmental Sciences, Oregon National Primate Research Center, Oregon Health & Science University, 505 NW 185th Avenue, Beaverton, OR 97006, USA
Cell, 15 May 2013

Akses : DOI:10.1016/j.cell.2013.05.006

Gambar dan Video: Masahito Tachibana et.al., Cell, DOI:10.1016/j.cell.2013.05.006
YouTube: KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment