Pages

Ossicles Hominin Echo Masa Lalu

Jurnal KeSimpulan.com - Hominin awal tidak bisa mendengar pidato modern. Australopith mendengar dunia berbeda dari manusia modern. CT scan dan rekonstruksi 3D membuka kilas balik echo masa lalu.


Tulang langka telinga tengah 2 hominin punah Afrika Selatan Australopithecus africanus dan Paranthropus robustus kombinasi fitur kera dan manusia mengindikasi australopiths tidak memiliki kepekaan terhadap frekuensi midrange seperti manusia modern berbicara.

Para ilmuwan berdebat ketika pertama kali bahasa berevolusi, tapi satu hal yang pasti bahasa mengharuskan kita tidak hanya bicara, tapi juga mendengarkan. Perubahan mencolok telingga leluhur manusia ketika mendengar dan mungkin bagaimana mereka berkomunikasi.

"Antropolog dalam kesepakatan umum bahwa hominin awal kemungkinan tidak memiliki bahasa lisan," kata Rolf Quam, antropolog Binghamton University di New York.

Quam dan rekan memulihkan dan menganalisis 1 set lengkap 3 tulang telinga tengah kecil atau ossicles dari spesimen Paranthropus robustus berdating 1,8 juta tahun dan Australopithecus africanus berdating 3,3 juta hingga 2,1 juta tahun.

"Ini seperti bipedalisme yang mendefinisikan karakteristik hominin," kata Quam.

Meskipun mendengar tidak hanya dari bentuk tulang telinga tengah karena proses melibatkan banyak struktur telinga yang berbeda serta otak itu sendiri, beberapa studi menunjukkan ukuran relatif tulang telinga tengah mempengaruhi pendengaran primata.

Perbandingan genom manusia dengan gorila menunjukkan perubahan dalam gen pengkode struktur telingga mungkin juga membatasi keterkaitan manusia dengan kera lainnya. Tapi perubahan pendengaran tidak mungkin memiliki banyak dampak pada kognisi.

"Perubahan yang benar-benar penting adalah bipedalisme, pola diet dan akhirnya ukuran otak," kata Callum Ross, evolusionis morfologi University of Chicago di Illinois.

"Kami akan mencoba dan merekonstruksi kapasitas mendengar dari spesimen yang sama maka kita akan mampu mengatakan sesuatu tentang ekologi sensorik mereka," kata Callum.
Early hominin auditory ossicles from South Africa

Rolf M. Quam1,2,3 et.al.
  1. Department of Anthropology, Binghamton University (State University of New York), Binghamton, NY 13902-6000
  2. Centro de Investigación (Universidad Complutense de Madrid–Instituto de Salud Carlos III) sobre la Evolución y Comportamiento Humanos, 28029 Madrid, Spain
  3. Division of Anthropology, American Museum of Natural History, New York, NY 10024-5192
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), May 13, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1303375110
Gambar: Texas A&M University

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment