Pages

Ongkos Sayap Burung Menyelam

Jurnal KeSimpulan.com - Mengapa penguin tidak bisa terbang? Seperti banyak burung, penguin harus melakukan perjalanan jauh antara makan dan berkembang biak.


Tapi, bukannya terbang, mereka malah berenang. Para ilmuwan garuk-garuk kepala. Kehidupan di dalam air terlalu keras, mengapa burung tidak mengevolusi diri dengan menjaga kemampuan mereka untuk terbang daripada malah menyelam?

Burung tidak bisa melakukan keduanya sebagai ahli terbang dan menyelam karena kemampuan terbang harus dilemahkan ketika hewan beradaptasi diri dengan menyelam. Kyle Elliott, biolog University of Manitoba di Winnipeg, Kanada, juga bertanya-tanya.

"Ini sangat bagus untuk jadi jelas mengapa pesawat dikorbankan untuk meningkatkan kemampuan menyelam," kata James Lovvorn, biolog Southern Illinois University Carbondale.

Tapi Elliott berpaling dari penguin ke spesies burung laut menyelam yang masih memiliki beberapa kemampuan untuk terbang termasuk Dandang Pelagis (Phalacrocorax pelagicus) yang mendorong diri di air dengan kaki berselaput dan Murre Bill (Uria lomvia) yang mengepakkan sayap untuk berenang.

"Pesan utama dari penelitian kami adalah kompromi. Anda tidak dapat memiliki sayap yang baik untuk propulsi di air dan di udara sekaligus," kata Robert Ricklefs, ornitolog University of Missouri di St. Louis.

Jika sayap Murre menjadi lebih seperti sirip tebal penguin, berenang lebih mudah karena mengurangi drag dalam air. Tapi terbang hampir mustahil karena sayap pendek lebih sulit untuk tetap tinggi. Laporan baru bertentangan dengan asumsi umum semua burung memiliki biaya penerbangan sama.

"Kami menunjukkan biaya penerbangan jauh lebih besar dari yang diharapkan," kata Elliott.

Leluhur penguin adalah bangsa penerbang dan laporan baru menjadi konfirmasi berharga atas gagasan bahwa penguin kuno bertukar adaptasi evolusioner dari keahlian penerbang ke dunia penyelam di air yang dikenal sebagai hipotesis tradeoff.

"Ini langkah maju yang besar dalam pemahaman bagaimana hipotesis tradeoff bekerja," kata Chris Thaxter, ekolog British Trust for Ornithology di Thetford, Inggris.
High flight costs, but low dive costs, in auks support the biomechanical hypothesis for flightlessness in penguins

Kyle H. Elliott1, Robert E. Ricklefs2, Anthony J. Gaston3, Scott A. Hatch4, John R. Speakman5,6, and Gail K. Davoren1

  1. Department of Zoology, University of Manitoba, Winnipeg, MB, Canada R3T 2N2
  2. Department of Biology, University of Missouri, St. Louis, MO 63121-4499
  3. Canadian Wildlife Service, National Wildlife Research Centre, Carleton University, Ottawa, ON, Canada K1A OH3
  4. Institute for Seabird Research and Conservation, Anchorage, AK 99516-9951
  5. Institute of Biological and Environmental Sciences, University of Aberdeen, Aberdeen AB24 2TZ, Scotland, United Kingdom; and
  6. State Key Laboratory of Molecular Developmental Biology, Institute of Genetics and Developmental Biology, Chinese Academy of Sciences, Beijing 100101, People’s Republic of China
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)

Akses : DOI:10.1073/pnas.1304838110

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment