Pages

Merger Mega Galaksi HXMM01

Jurnal KeSimpulan.com - Kecelakaan Galaktik untuk memecahkan evolusi kosmik. Para astronom menangkap merger langka 2 galaksi kuno saling menabrak satu sama lain lalu memicu lahirnya lebih dari 2000 bintang setahun.


Merger penciptaan galaksi elips raksasa 11 kali lebih besar dari Bima Sakti. Para astronom terus memantau tarian 2 galaksi kaya gas yang terletak 11 miliar tahun cahaya. Dua galaksi raksasa melahirkan bintang pada kecepatan luar biasa di fajar alam semesta.

"Tidak ada yang melihat ini sebelumnya. Paling terang dan kaya gas, merger galaksi sub-milimeter. Kami melihat penggabungan galaksi ketika alam semesta berumur 3 miliar tahun," kata Hai Fu, astronom University of California, Irvine.

"Jarak kedua galaksi 60.000 tahun cahaya, kira-kira antara Matahari dan pusat galaksi kita. Material yang dilucuti menjulur keduanya yang berarti mereka sudah melewati satu sama lain beberapa waktu lalu dan berada dalam tari gravitasi," kata Fu.

Para astronom menggunakan ESA Herschel Space Telescope. Merger menghasilkan mega galaksi elips baru yang diberi nama HXMM01 dan akan memiliki massa 400 miliar kali Matahari. Temuan sangat penting karena merupakan fase transisi evolusi galaksi.

Kebanyakan galaksi jatuh ke dalam 2 kategori yaitu galaksi spiral kaya gas dan galaksi elips miskin gas. Para ilmuwan telah menyelidiki selama beberapa dekade bagaimana kedua jenis terbentuk dan apakah spiral mungkin leluhur galaksi elips melalui merger galaksi.

Galaksi elips sangat besar dan pasif dalam redshifts 2 hingga 1,5, sesuai sejarah kosmik ketika alam semesta berumur 3 hinga 5 miliar tahun. Entah bagaimana, pada skala waktu kosmologi singkat, galaksi ini berhasil menguras reservoir gas dan akibatnya berhenti membentuk bintang.

"Sangat langka seperti menemukan missing link, sama pentingnya menemukan archeopteryx untuk memahami evolusi dinosaurus dengan burung modern karena mereka tertangkap saat fase transisi," kata Fu.




The rapid assembly of an elliptical galaxy of 400 billion solar masses at a redshift of 2.3

Hai Fu1 et.al.

  1. Department of Physics and Astronomy, University of California, Irvine, California 92697, USA
arXiv (Submitted on 21 May 2013)

Akses : arXiv:1305.4930

Gambar: ESA/NASA/JPL-Caltech/UC Irvine/STScI/Keck/NRAO/SAO
Video: NASA's Jet Propulsion Lab
YouTube: KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment