Pages

Hominid di Kanjera Selatan Kenya

Jurnal KeSimpulan.com - Leluhur memiliki selera daging. Fosil Kenya memberi bukti paling awal perburuan reguler. Nenek moyang yang hidup di Afrika Timur 2 juta tahun lalu tidak mengerumuni kentang dan buah-buahan.


Para pendahulu mendambakan secara serius daging rusa dan otak kijang. Tiga set tulang hewan yang dibantai di situs Kanjera Selatan Kenya memberi bukti awal berburu dan memulung oleh anggota keluarga evolusi manusia.

Satu anggota genus homo berburu hewan kecil dan memulung sisa-sisa predator yang lebih besar. Seiring dengan permainan berburu yang relatif kecil seperti rusa, hominid juga memulung kepala antelop dan wildebeest.

Perburuan mungkin menambah lemak dengan jaringan otak yang kaya nutrisi untuk diet. Pola diet memberi tambahan energi Homo erectus yang diperlukan untuk mendukung tubuh besar, pembesaran otak dan perjalanan yang lebih luas di seluruh lanskap.


Beberapa situs di Afrika Timur berdating 3,4 juta tahun telah menyimpan sejumlah kecil tulang hewan sebagai tanda penjagalan mengunakan alat-alat batu. Para ilmuwan berpikir tulang menunjukkan mereka sesekali menikmati menu daging.

Hominid berburu rusa dan hewan relatif kecil lainnya serta mengangkutnya kembali ke Kanjera Selatan. Tanda alat batu menunjukkan mangsa dipotong menjadi bagian-bagian sebelum daging dikuliti dari tulang. Tetapi situs tidak mengandung sisa-sisa kayu terbakar atau tanda-tanda memasak.

"Berburu hewan kecil mungkin telah menjadi perilaku rutin leluhur manusia 2 juta tahun lalu," kata Manuel Dominguez-Rodrigo, antropolog Complutense University of Madrid.
Earliest Archaeological Evidence of Persistent Hominin Carnivory

Joseph V. Ferraro1 et.al.
  1. Department of Anthropology and Institute of Archaeology, Baylor University, Waco, Texas, United States of America
PLoS ONE, Published: April 25, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0062174

Gambar: Thomas Plummer

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment