Pages

Probabilitas Hidup dan Kiamat Universal

Jurnal KeSimpulan.com - Menghitung hari kiamat menjadi sebuah probabilitas menarik. Laporan baru mengulik probabilistik tentang argumen kiamat universal.

Argumentasi kiamat adalah gagasan bahwa kita memperkirakan kesinambungan eksistensi manusia. Argumennya sejak sekitar 100 miliar adalah jumlah manusia yang pernah hidup dengan asumsi salah satu dari 95% manusia terakhir yang pernah hidup berada antara rentang 1,4 hingga 2,0 triliun.

Satu kesimpulan yang cukup sepele karena probabilitas setiap lebih besar dari 0 dan kurang dari 100% pergerakan.

Austin Gerig, fisikawan University of Oxford, dan rekan mencoba merumuskan perhitungan probabilitas dan ancaman eksistensial.

Sama seperti dalam persamaan astrobiolog Frank Drake untuk jumlah peradaban ekstraterestrial yang mungkin ada di Bima Sakti.

Semua probabilitas tidak diketahui dan bisa dianggap apapun. Argumentasi kiamat dalam persamaan Drake benar-benar tidak lebih dari sebuah probabilitas. Tetapi menarik untuk mempertimbangkan istilah yang relevan dan diperlukan dalam setiap persamaan.

Bumi pasti mengalami peristiwa bencana di masa depan yang mengancam eksistensi manusia baik gempa Bumi, gunung berapi atau meteor dan bahkan jika kita selamat akhirnya dihadapkan kepada kematian tak terelakkan oleh Matahari.

"Semua peradaban, seperti kita, menghadapi ancaman eksistensial awal seperti dampak asteroid dan pandemi. Kita berharap peradaban panjang, mengandung satu juta kali lebih banyak orang daripada peradaban pendek," kata Gerig.

Probabilitas menghitung berapa banyak manusia jika terus bertahan sampai kematian Matahari dengan prior bahwa fraksi peradaban yang berlangsung cukup lama tidak akan melebihi beberapa persen.

"Tapi keadaan ini bukanlah keadaan kita saat ini. Kita tidak tahu bahwa kita hidup dalam peradaban panjang yang mungkin tidak umum, cukup langka. Sayangnya, ini juga berita buruk bagi kita," kata Gerig.

"Jika peradaban panjang sangat langka, penalaran kiamat universal yang menunjukkan peradaban kita sendiri memiliki prospek buruk untuk kelangsungan hidup jangka panjang," kata Gerig.

"Sebelumnya, argumen kiamat tradisional menyarankan kelangsungan hidup jangka panjang efektif nol. Kami mengoreksi argumen dan analisis lebih menyeluruh bahwa peradaban jangka panjang tidak nol, tapi mungkin di suatu tempat antara 1 hingga 10 persen," kata Gerig.

"Kita bisa mengambil 1-10 persen peradaban yang mencurahkan sumber daya untuk menghadapi risiko eksistensial serta serius eksplorasi ruang dan kolonisasi bahkan jika ancaman juga dihadapi planet layak huni, kita memiliki tempat-tempat lain untuk hidup," kata kata Gerig.
Universal Doomsday: Analyzing Our Prospects for Survival

Austin Gerig, Ken D. Olum, Alexander Vilenkin

arXiv (Submitted on 19 Mar 2013)

Akses : arXiv:1303.4676

Gambar: MPIA/NASA/Calar Alto Observatory

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment