Pages

Genom Penyu Chrysemys picta bellii

Jurnal KeSimpulan.com - Genom penyu lebih indah dibanding tempurungnya. Penerjemahan genom Penyu Lukis (Chrysemys picta bellii) membuka sedikit sejarah novel evolusi di balik ciri-ciri.


Ketika berhibernasi, Kura-Kura Lukis (Chrysemys picta bellii) membekukan pernapasan dan berhenti. Setelah musim dingin panjang tanpa oksigen, tenggelam di kolam tertutup es. Mereka hanya bangun dan mengambil tempat sama.

Penyu Lukis (Chrysemys picta bellii) paling luas dan berlimpah di Amerika Utara. Genom bulus air tawar ini spesies reptil kedua yang telah lengkap diurutkan, dirakit dan dianalisis setelah Kadal Anole Hijau.

"Kura-kura adalah kelompok organisme kuno dan mereka juga berkembang sangat lambat," kata Robert Thomson, biolog University of Hawaii di Manoa.

Genom penyu sekitar 1/3 tingkat yang terlihat pada manusia dan kira-kira 1/5 tingkat reptil lainnya seperti ular python. Analisis filogenetik terkait pola evolusi divergensi. Kerabat terdekat penyu adalah buaya dan burung, bukan ular dan kadal.

Untuk Chrysemys picta bellii, ciri-ciri baru mencakup kemampuan hibernasi musim dingin panjang dengan mengubur diri dalam lumpur beku di bawah sungai dan kolam. Hampir tidak ada oksigen sampai 4 bulan lebih lama dibanding tetrapod lain.

Ada 19 gen di otak dan 23 di jantung yang terkait kondisi oksigen rendah. Regulasi jaringan umum vertebrata beberapa di antaranya analog dengan penyakit manusia dan membuka wawasan penting untuk mengatasi anoksia dan hipotermia.
The western painted turtle genome, a model for the evolution of extreme physiological adaptations in a slowly evolving lineage

John Abramyan1
  1. Faculty of Dentistry, Life Sciences Institute University of British Columbia, Vancouver BC, Canada
Genome Biology, Published 28 March 2013

Akses : DOI:10.1186/gb-2013-14-3-r28

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment