Pages

Telur Cacing Pita Dalam Coprolite Hiu

Jurnal KeSimpulan.com - Telur cacing pita kuno dalam fosil kotoran hiu berdating 270 juta tahun. Parasit kuno mungkin telah melanda hewan lebih lama dari perhitungan sebelumnya.

Cacing pita melekat pada dinding bagian dalam usus vertebrata seperti ikan, sapi, babi dan manusia. Ketika parasit mencapai dewasa, mereka melepas telur ke dunia melalui kotoran. Penyelidikan awal sejarah parasit vertebrata rumit karena fosil parasit zaman dinosaurus sangat jarang.

Peneliti harus menggali dan menganalisis dalam coprolite yaitu fosilisasi kotoran.

Fragmen parasit vertebrata dari era ini jarang. Dari 500 sampel hanya 1 mengungkap telur cacing pita dalam satu situs.

Temuan baru membantu membangun waktu evolusi masa kini parasit cacing pita.

Cluster telur sangat mirip dengan yang dilakukan cacing pita modern.

Beberapa tidak menetas tapi ada 1 yang tampaknya berisi larva.

"Temuan ini menunjukkan rekaman fosil parasit usus vertebrata jauh lebih tua daripada sebelumnya yang dikenal dan setidaknya 270-300 ribu tahun lalu," kata Paula Dentzien-Dias, paloentolog Federal University Rio Grande di Brazil.

Fosil Parmian Tengah-Akhir ketika kepunahan massal terbesar dengan hampir 90 persen spesies laut dan 70 persen spesies darat mati. Coprolite mengandung mineral pirit yang menunjukkan lingkungan habis oksigen dan membantu pelestarian fosil selama jutaan tahun.

Masing-masing telur panjang 150 mikron atau satu hingga setengah kali lebar rambut manusia. Dentzien-Dias dan rekan menemukan telur dengan memotong coprolite menjadi irisan tipis. Fosil telur cacing sebelumnya berdating 140 juta tahun.

Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti spesies hiu tertentu di belakang kotoran karena semua hiu memiliki usus serupa sehingga memiliki tipologi kotoran yang sama. Hiu mungkin mati karena sebab lain, bukan karena parasit cacing pita.
Tapeworm Eggs in a 270 Million-Year-Old Shark Coprolite

Paula C. Dentzien-Dias1, George Poinar Jr2, Ana Emilia Q. de Figueiredo3, Bruno L. D. Horn3, Cesar L. Schultz3, Ana Carolina L. Pacheco4
  1. Laboratório de Paleontologia e Paleoceanografia, Instituto de Oceanografia, Universidade Federal do Rio Grande, Rio Grande, Brazil
  2. Department of Zoology, Oregon State University, Corvallis, Oregon, United States of America
  3. Instituto de Geociências, Universidade Federal do Rio Grande do Sul, Departamento de Paleontologia e Estratigrafia. Porto Alegre, Brazil
  4. Universidade Federal do Piauí, Campus Senador Helvídio Nunes de Barros, Picos, Piauí. Brazil
PLoS ONE, 8(1): e55007, January 30, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0055007

Gambar: P.C. Dentzien-Dias et.al., PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0055007.g002

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment