Pages

Tinja Sintetik Vs Bakteri Clostridium difficile

Jurnal KeSimpulan.com - Jus tinja dihidangkan untuk melawan infeksi superbug. Orang dengan infeksi kronis dapat sembuh dengan makan kotoran orang lain.

Eit... tunggu. Tetapi siapa yang ingin makan kotoran? Jadi sebuah alternatif tinja sintetis dapat menawarkan pilihan yang lebih lezat. Superbug rumah sakit Clostridium difficile dapat mendatangkan malapetaka pada perut masyarakat rentan.

Clostridium difficile menjadi mimpi buruk terutama pada orang yang kehilangan flora usus pelindung akibat penggunaan antibiotik.

Bakteri dapat menyebabkan diare jahat dan dalam beberapa kasus menjadi lebih fatal.

Pengobatan umum untuk infeksi setiap tahun melibatkan antibiotik. Tetapi infeksi kembali sekitar 20 persen dari kasus dan banyak orang terinfeksi secara kronis.

Salah satu pengobatan tampaknya berhasil yaitu menelan kotoran orang yang sehat untuk membantu kualitas flora bakteri usus terisi kembali sehingga meningkatkan pertahanan terhadap reinfeksi bakteri jahat tersebut. Terdengar tidak menyenangkan tetapi 90 persen berhasil.

"Transplantasi feses cukup menjijikkan tapi bekerja dengan sangat baik," kata Emma Allen-Vercoe, biolog University of Guelph di Ontario, Kanada.

Bagi beberapa orang yang terinfeksi dan dokter terlalu menjijikkan. Untuk menyiasati masalah, Allen-Vercoe dan rekan berusaha untuk membuat versi alternatif transplantasi feses yaitu ramuan yang hanya berisi bakteri usus yang baik ditemukan dalam tinja.

Tantangan utama adalah terus mendapatkan kotoran dari orang sehat. Allen-Vercoe mengambil bakteri dari wanita yang lahir dan dibesarkan di pedesaan India. Tim kemudian mengidentifikasi bakteri dalam kotoran, mengisolasi spesies individu dan mengembangkannya.

"Kita ingin seseorang yang tidak memiliki penyakit kronis, indeks massa tubuh baik, tidak minum, tidak merokok, tidak minum obat dan tidak pernah terkena antibiotik," kata Allen-Vercoe.

Budidaya bakteri adalah proses rumit karena bug tidak hidup baik dalam kondisi laboratorium. Sementara terapi tinja sintetik perlu diuji pada populasi yang lebih luas, selalu ada kemungkinan patogen mengintai dalam tinja. Terapi harus memastikan tidak mengandung bakteri berbahaya atau strain resisten antibiotik.
Stool substitute transplant therapy for the eradication of Clostridium difficile infection: ‘RePOOPulating’ the gut

Elaine O Petrof1, Gregory B Gloor2, Stephen J Vanner1, Scott J Weese3, David Carter4, Michelle C Daigneault5, Eric M Brown5, Kathleen Schroeter5 and Emma Allen-Vercoe5
  1. Department of Medicine, GIDRU Wing, Kingston General Hospital, Queen’s University, 76 Stuart Street, Kingston, ON, K7L 2V7, Canada

  2. Department of Biochemistry, University of Western Ontario, 1151 Richmond Street, London, ON, N6A 3K7, Canada
  3. Department of Pathobiology, University of Guelph, Guelph, 50 Stone Road East, ON, N1G 2W1, Canada
  4. London Regional Genomics Centre, Robarts Research Institute, 100 Perth Drive, London, ON, N6A 5K8, Canada
  5. Department of Molecular and Cellular Biology, University of Guelph, 50 Stone Road East, Guelph, ON, N1G 2W1, Canada
Microbiome, 9 January 2013

Akses : DOI:10.1186/2049-2618-1-3

Gambar: Nl Wikipedia

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment