Pages

Oviraptor Mengevolusi Bulu Ekor Kejantanan

Jurnal KeSimpulan.com - Bukti terbaik dinosaurus menggunakan bulu seperti merak merayu untuk kawin. Oviraptor mengevolusi ekor untuk menampilkan kejantanan.

Sekelompok dinosaurus bipedal oviraptorsaurus mengguncang bulu ekor untuk mendapatkan perhatian selama ritual pacaran. Fosil tulang ekor memberi terobosan beberapa dinosaurus berbulu menggunakan bulu ekor untuk menarik perhatian seperti burung modern merak dan kalkun.

Charles Darwin sakit hati ketika tahun 1860 melihat burung merak laki-laki berbulu megah. Daya pikat bulu ternyata sudah semarak periode Cretaceous.

Tidak hanya bulu dada Rhoma, bulu dino menjadi perangkat eksibisionisme seksualitas yang nampaknya universal dalam dunia hewan.

Bukti rangkaian fosil tulang di ujung ekor 4 spesies dino berbeda yang dipisahkan dalam waktu evolusi 45 juta tahun. Tulang di ujung ekor membentuk struktur bergerigi. Oviraptor awal Similicaudiptery menampilkan bulu yang memancar di ujung tulang.

"Struktur ini disebut pygostyle. Di antara hewan modern hanya burung yang memilikinya," kata Scott Persons, paleontolog University of Alberta.

Similicaudiptery tidak dikenal sebagai dinosaurus terbang dan bulu ekor berevolusi sebagai sarana untuk melambaikan simpati kepada penggemar. Tidak ada bukti langsung fosilisasi bulu oviraptor, namum masih ada bukti kuat bahwa ekor mereka berbulu.

Oviraptor berlanjut dengan struktur ekor yang sama seperti Similicaudipteryx, ekor oviraptor nantinya masih melayani tujuan yang sama yaitu memikat para perempuan untuk kawin. Hipotesis melambaikan ekor didukung oleh struktur tulang dan otot ekor.

"Antara jambul kepala dan bulu ekor gemetar, oviraptor memiliki kecenderungan untuk eksibisionisme visual," kata Parsons.

Pangkal ekor vertebrata oviraptor pendek dan fleksibel. Persons dan rekan menyelidiki reptil dan ekor burung modern untuk merekonstruksi otot ekor dinosaurus. Oviraptor memiliki apa yang diperlukan untuk benar-benar mengguncang bulu ekor.

Dino bipedal oviraptor mengalami diversifikasi dari keluarga besar ikonik dinosaurus karnivora. Oviraptor sebagai herbivora berkeliaran dari China, Mongolia dan Alberta selama periode Cretaceous. Selain ekor bulu melambai, oviraptor juga memiliki tulang punuk penghias kepala.

"Pada saat itu berbagai dinosaurus menggunakan bulu untuk penerbangan dan isolasi dingin. Ini menunjukkan Cretaceous Akhir melakukan segala sesuatu dengan bulu seperti yang dilakukan burung modern," kata Persons.
Oviraptorosaur tail forms and functions

W. Scott Persons, IV1, Philip J. Currie1, Mark A. Norell2
  1. University of Alberta, Department of Biological Sciences, Edmonton, Alberta, T6G2E9, Canada
  2. American Museum of Natural History, New York City, New York, USA
.
Acta Palaeontologica Polonica

Akses : DOI:10.4202/app.2012.0093

Gambar : Sydney Mohr
Video : DiscoveryNetworks http://www.youtube.com/user/DiscoveryNetworks


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment