Pages

Bayi Belajar Bahasa Sejak dalam Kandungan

Jurnal KeSimpulan.com - Belajar bahasa ternyata dimulai sejak dalam kandungan. Bayi mulai belajar bahasa ibu bahkan sebelum melihat wajah ibu mereka.

Bayi yang baru lahir bereaksi berbeda terhadap suara vokal asli dan asing, menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dimulai sejak dalam rahim. Bayi yang baru lahir menanggapi versi yang berbeda suara asli sebagai anggota keluarga dan suara vokal asing.

"Tampaknya ada beberapa pembelajaran pra-natal suara percakapan," kata Christine Moon, psikolog Pacific Lutheran University di Tacoma.

Janin dapat mendengar suara 10 minggu sebelum lahir. Moon dan rekan mengusulkan dalam beberapa bulan terakhir kehamilan.

Sampai saat ini bukti-bukti menunjukkan pembelajaran pra-lahir dibatasi dengan ritme, melodi dan kenyaringan suara.

Bayi memantau setidaknya beberapa vokal, suara paling keras dan paling ekspresif, diucapkan ibu mereka. Setiap vokal pelacakan pra kelahiran menunjukkan janin mendengar sangat baik meskipun tenggelam dalam cairan ketuban di dalam tempat sempit.

"Laporan baru menyiratkan otak janin dapat mendengar dan belajar sebagian besar aspek kunci suara," kata Minna Huotilainen, psikolog Finnish Institute of Occupational Health di Helsinki.

Moon mengetes 80 bayi sehat, setengah di rumah sakit AS dan setengah di rumah sakit Swedia. Setiap bayi berbaring di tempat tidur dalam ruang tenang dengan headphone lembut di samping. Sambil mengisap dot terhubung ke komputer, bayi dipicu suara vokal selama 5 menit.

Ucapan-ucapan terdiri dari 17 varian bahasa Inggris dan 17 varian vokal Swedia. Bayi membuat rekasi berbeda saat menghisap dot ketika diperdengarkan suara vokal asing. Sedangkan semua versi suara vokal asli menimbulkan tingkat raksi yang sama.
Language experienced in utero affects vowel perception after birth: a two-country study

Christine Moon1, Hugo Lagercrantz2, Patricia K Kuhl3
  1. Pacific Lutheran University, Tacoma, Washington, USA
  2. Neonatology Unit, Karolinska Institute, Stockholm, Sweden
  3. Institute for Learning & Brain Sciences, University of Washington, Seattle, Washington, USA
Acta Paediatrica

Akses : DOI:10.1111/apa.12098

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment