Pages

Antibakteri Tawon Jamrud Ampulex compressa

Jurnal KeSimpulan.com - Larva Tawon Jamrud (Ampulex compressa) mengamankan diri dari dalam. Tawon Jamrud membangun senjata evoluisoner, salep antibakteri.

Kecoak Amerika (Periplaneta americana) memakan apapun dari sampah hingga bangkai. Apapun yang dilahap kecoa harus bersaing dengan berbagai mikroba penyebab penyakit. Tapi larva Kecoa Jamrud (Ampulex compressa) memancarkan bahan kimia antibakteri dalam perut kecoa.

Tawon Jamrud mengawali siklus hidup dalam perut Kecoa Amerika ketika ibu tawon menyengat tubuh kecoa.

Setelah diseret ke dalam liang, pelatuk ibu tawon memasukkan telur-telur ke dalam tubuh kecoa.

Ketika menetas, larva tawon di rongga kecoa mulai mobil, pesta jeroan dan akhirnya membunuh dengan pelan-pelan.

Gurdrun Herzner, ecoevolusioner University of Regensburg di Jerman, menyaksikan larva dengan memasang panel transparan ke sisi kecoak terparasit, memberi pandangan langsung apa yang terjadi di jeroan. Larva teratur mengoleskan cairan bening ke jaringan host.

"Mereka merendam di dalam kecoa dengan senyawa kimia," kata Herzner.

Analisis cairan berisi mellein dan micromolide. Dua zat antibakteri yang memperlambat pertumbuhan mikroba tertentu seperti Serratia marcescens. Jika dibiarkan, bakteri Serratia marcescens secara cepat dapat membunuh larva serangga.

Lebih dari 80.000 spesies tawon parasitoid. Spesies lain, Pimpla turionellae mengeluarkan kimia antibakteri dari anus di dalam host ngengat. Beewolf Eropa (Philanthus Triangulum) mempertahankan larva lebah madu dengan pembalseman sekresi berminyak untuk menghentikan kondensasi air dan jamur.

"Setiap spesies menggunakan sumber makanan yang berpotensi terkontaminasi atau toko kaya nutrisi dengan ketentuan jangka waktu yang lama diharapkan memiliki semacam strategi untuk mencegah penyakit," kata Herzner.
Larvae of the parasitoid wasp Ampulex compressa sanitize their host, the American cockroach, with a blend of antimicrobials

Gudrun Herzner1, Anja Schlecht1, Veronika Dollhofer1, Christopher Parzefall1, Klaus Harrar2, Andreas Kreuzer2, Ludwig Pilsl2, and Joachim Ruther3
  1. Evolutionary Ecology Group, Institute of Zoology, University of Regensburg, 93053 Regensburg, Germany
  2. Institute of Organic Chemistry, University of Regensburg, 93053 Regensburg, Germany
  3. Chemical Ecology Group, Institute of Zoology, University of Regensburg, 93053 Regensburg, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) January 7, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1213384110

Gambar: Gudrun Herzner
Video : Gudrun Herzner et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1213384110
YouTube: KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment