Pages

Sistem 5 Planet Layak Huni Bintang Tau Ceti

Jurnal KeSimpulan.com - Astronom mendeteksi planet Earth-like tetangga. Teknik eksperimental baru membuat ilmuwan terkejut oleh temuan tak terduka sistem surya terdekat.

Sistem 5 planet mulai dari 2 sampai 6 kali massa Bumi mengorbit bintang Sun-like, Tau Ceti, hanya 12 tahun cahaya. Metode baru memudahkan deteksi planet lebih kecil mirip Bumi yang mengorbit bintang mirip Matahari. Gugusan bola dengan orbit berkisar 14-640 hari Bumi.

Selain sistem terdekat dari Bumi dengan bintang seperti Matahari, temuan termasuk salah satu planet bermassa 5 kali Bumi.

Mengorbit di zona layak huni bintang, di mana air cair eksis di permukaan.

Metode baru menggunakan kecepatan radial yang mendeteksi goyangan di sebuah bintang oleh tarikan gravitasi planet yang mengorbit.

Mikko Tuomi, astronom University of Hertfordshire di Inggris, dan rekan memeriksa data teleskop di Chile, Hawaii dan Australia yang mencari getaran gerakan bintang yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet. Analisis statistik menggoda sinyal planet mungkin kebisingan latar belakang.

"Mikko Tuomi sedang mencari cara baru model data dengan menghilangkan gangguan yang tidak diinginkan dan kebisingan yang menghasilkan sinyal palsu," kata Jonti Horner, astronom University of New South Wales.

Kebisingan dapat disebabkan oleh getaran bintang karena efek starquakes dan turbulensi serta ketidakstabilan peralatan observasi itu sendiri. Tau Ceti dipilih untuk dikalibrasi karena sangat stabil dan setelah 14 tahun penelitian tidak menunjukkan tanda-tanda sebuah sistem planet.

"Karena begitu dekat, cerah dan mirip dengan Matahari menjadi target sangat berharga untuk dipelajari," kata Horner.
Signals embedded in the radial velocity noise. Periodic variations in the tau Ceti velocities

Mikko Tuomi, Hugh R. A. Jones, James S. Jenkins, Chris G. Tinney, R. Paul Butler, Steve S. Vogt, John R. Barnes, Robert A. Wittenmyer, Simon O'Toole, Jonathan Horner, Jeremy Bailey, Brad D. Carter, Duncan J. Wright, Graeme S. Salter, David Pinfield

arXiv (Submitted on 18 Dec 2012)

Akses : arXiv:1212.4277
Gambar: J. Pinfield/RoPACS/University of Hertfordshire

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment