Pages

Menguap Menular pada Bonobo Pan paniscus

Jurnal KeSimpulan.com - Menguap menyebar lebih mudah di antara keluarga, teman-teman dekat dan dari status tinggi kepada mereka yang lebih rendah pada hierarkhi totem bonobo (Pan paniscus).

Bagi keluarga bonobo (Pan paniscus), menguap menular mengikuti status. Menguap mengikuti pola sosial yang ditemukan pada manusia dan menunjukkan bahwa penularan menguap adalah produk sampingan empati yang mengkoordinasi emosi dalam sebuah kelompok.

Penularan menguap terjadi pada banyak hewan. Simpanse dan baboon menangkap reaksi menguap satu sama lain.

Anjing dapat menangkap perilaku menguap dari pemiliknya dan bahkan Burung Parkit saling menjangkiti menguap.

Pada manusia dan simpanse, penularan menguap mengikuti aturan-aturan sosial. Tertular menguap jika dilakukan teman-temannya, tetapi tidak tertular jika dari orang asing.

Mereka yang belum menguasai empati seperti bayi manusia, anjing dan simpanse tidak tertular menguap. Juga tidak terjadi pada anak dengan autisme.

"Salah satu fungsi kemungkinan penularan menguap untuk menyinkronkan individu dari suatu kelompok sosial. Pada manusia hanya di antara orang-orang yang berbagi ikatan kuat," kata Elisabetta Palagi, primatolog University of Pisa di Italy.

Mekanisme yang sama mungkin mendasari penularan emosional lainnya seperti tawa dan tersenyum. Menariknya pada bonobo, arus penularan menguap dari mereka yang berstatus sosial tinggi ke status sosial yang lebih rendah.

Palagi dan rekan berencana untuk menyelidiki apakah menguap menyebar lebih mudah tergantung pada hubungan darah misalnya antara ibu dan anak. Juga ingin melihat apakah kuantitas dan kualitas menguap mempengaruhi kekuatan penularannya.

"Jika Anda memancarkan 3 atau 4 menguap, apakah Anda lebih kuat menginfeksi saya dibandingkan dengan orang lain yang hanya memancarkan 1 kali?" kata Palagi.
In Bonobos Yawn Contagion Is Higher among Kin and Friends

Elisa Demuru1,2, Elisabetta Palagi2,3
  1. Dipartimento di Biologia Evolutiva e Funzionale, Università di Parma, Parma, Italy
  2. Museo di Storia Naturale e del Territorio, Università di Pisa, Calci, Pisa, Italy
  3. Istituto di Scienze e Tecnologie della Cognizione, Consiglio Nazionale delle Ricerche, Roma, Italy
PLoS ONE 7(11): e49613

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0049613
Gambar : Elisa Demuru

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment