Pages

Jangkrik Mole Pygmy Xya capensis Melompat

Jurnal KeSimpulan.com - Jangkrik Mole Pygmy (Xya capensis) tidak hanya berjalan di atas air, mereka juga melompat ke atas. Jangkrik melompat luar biasa di darat juga di air.

Jangkrik benar-benar lebih erat terkait belalang sebagai jumper di darat, tapi Jangkrik Mole Kerdil (Xya capensis) yang mungil berulang kali melompat di permukaan air menggunakan dayung khusus di kaki-kaki belakang.

Serangga tak lebih besar dari sebutir beras hanya 5mm panjang dan berat kurang dari 10mg memakai metode cerdik untuk melompat di air.

Rahasia lompatan luar biasa adalah serangkaian pegas seperti dayung pada kaki-kaki belakang.

Di alam yang keras, Xya capensis mengembangkan trik untuk melarikan diri sekejap dari terkaman predator.

"Jangkrik Mole Pygmy memecahkan tugas paling sulit melompat dari permukaan air. Untuk serangga kecil, air jadi perangkap camilan ikan. Jangkrik menemukan metode yang mengubah air jadi properti melompat," kata Malcolm Burrows, zoolog University of Cambridge di Cambridge.

Burrows mendengar suara-suara aneh dari kolam di Afrika Selatan. Setelah melihat lebih dekat, beberapa serangga melompat dari air menuju bank. Sebagai ilmuwan yang baik ia menangkap beberapa dan membawa ke laboratorium dengan video kecepatan tinggi.

Kaki-kaki sarat protein resilin jadi dayung yang sempurna elastis. Dayung menembus air dan menyebar ke bawah. Seketika tubuh melenting dalam arah berlawanan dengan selamat. Strategi bug mungkin memiliki beberapa aplikasi praktis.

"Jika Anda ingin membuat kendaraan robot kecil yang bergerak di bawah air adalah bagaimana harus merancang baling-baling atau dayung. Kita juga harus menggunakan material sebagus resilin untuk elastisitas, membentuk dan mengurangi drag," kata Burrows.

"Hewan telah melakukan banyak hal dengan kakinya untuk masalah sulit. Menggali liang di dalam tanah, melompat dengan cepat untuk menghindari predator di darat dan keluar dari air sebelum dimakan atau tenggelam," kata Burrows.
Pygmy mole crickets jump from water

Malcolm Burrows1 and Gregory Patrick Sutton1
  1. Department of Zoology, University of Cambridge, Cambridge CB2 3EJ, United Kingdom, and School of Biological Sciences, University of Bristol, Woodland Road, Bristol, BS8 1UG, United Kingdom
Current Biology Volume 22, Issue 23, R990-R991, 4 December 201

Akses : DOI:10.1016/j.cub.2012.10.045
Gambar dan Video : M. Burrows and G.P. Sutton, Current Biology, DOI:10.1016/j.cub.2012.10.045
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment