Pages

Hubble Intip Galaksi dari Era Reionisation

Jurnal KeSimpulan.com - Hubble melihat galaksi paling awal melalui kabut kosmik. Fenomena Reionisation ketika bintang dan galaksi mula-mula zaman kegelapan kosmik.

Mengintip melalui kabut hidrogen tipis, Teleskop Ruang Hubble mencatat sensus pertama galaksi paling awal di alam semesta. Galaksi paling jauh yang belum pernah terlihat. Begitu jauh bahwa cahaya mengambil 13,4 miliar tahun untuk mencapai kita.

Survei galaksi Hubble menyelidiki apa yang mendorong Fenomena Reionisation. Dating galaksi era Reionisation ketika alam semesta berumur 500 juta tahun.

Waktu misterius zaman kegelapan kosmik ketika selubung gas hidrogen buram mendominasi alam semesta.

Juga radiasi yang mungkin dari bintang-bintang dan galaksi awal terionisasi hidrogen sehingga transparan.

"Studi ini merupakan penggalian arkeologi alam semesta terdalam sejauh ini," kata Avi Loeb, astronom Harvard University.

Sampai hari ini hanya beberapa galaksi terlihat dari era Reionisation dan cahaya tidak cukup untuk menembus kabut. Tapi astronom berpikir harus ada lagi di luar sana karena pengamatan sebelumnya menunjukkan jumlah galaksi kembali ke dalam waktu kosmik.

"Apa yang harus kita lakukan adalah menguji apakah ada jumlah yang cukup galaksi jauh di jantung zaman Reionisation," kata Richard Ellis, astronom California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena.

Ellis dan rekan menatap plot langit selama 100 jam menggunakan filter khusus yang membuat Hubble lebih sensitif untuk obyek jauh. Survei melihat sebuah galaksi yang sebelumnya disebut UDFj-39546284 bahkan lebih jauh dibanding perhitungan sebelumnya.

"Sampai kami melakukan pengamatan ini, tidak jelas apakah ada sesuatu di luar sana. Sekarang kita yakin ada banyak galaksi di luar batas Hubble bahwa James Webb tahun 2018 nanti dapat melihat," kata Ellis.
The Abundance of Star-Forming Galaxies in the Redshift Range 8.5 to 12: New Results from the 2012 Hubble Ultra Deep Field Campaign

Richard S Ellis, Ross J McLure, James S Dunlop, Brant E Robertson, Yoshiaki Ono, Matthew A Schenker, Anton Koekemoer, Rebecca A A Bowler, Masami Ouchi, Alexander B Rogers, Emma Curtis-Lake, Evan Schneider, Stephane Charlot, Daniel P Stark, Steven R Furlanetto, Michele Cirasuolo

arXiv 1211.6804 (Submitted on 29 Nov 2012)

Akses : arXiv:1211.6804
Gambar: NASA/ESA/R. Ellis (Caltech), UDF 2012 Team

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment