Pages

Fosilisasi Bakteri dalam Kepompong Lintah

News KeSimpulan.com - Kepompong melindungi mikroba 200 juta tahun. Kepompong nematoda tidak hanya melindungi telur dan larva, mereka juga melestarikan fosil.

Fosilisasi bakteri 25 mikrometer, berbentuk tetesan air mata yang terjebak di dinding telur sejenis lintah berdating 200 juta hingga 215 juta tahun. Relik melingkar dari era Trias berbentuk tapal kuda, sebuah keluarga yang sebelumnya tidak dikenal dalam catatan fosil.

Organisme bertubuh lunak seperti bakteri umumnya tidak bertahan menjadi fosil.

Tapi bakteri di dinding telur yang cepat mengeras dari lendir kaya protein dan gula oleh sekresi lintah invertebrata menjaga selama ratusan juta tahun.

Kasus mirip serangga yang terjebak di dalam amber cair yang lengket dan kemudian mengeras.

Benjamin Bomfleur, palaeobiolog University of Kansas, dan rekan menemukan fosil kepompong dalam batuan di pegunungan Antartika.

Mereka membubarkan batu dengan senyawa asam sehingga hanya menyisakan materi organik.

Sebagian besar daun, tetapi juga terselip 20 kepompong lintah yang terjepit datar oleh tekanan aeon. Satu berisi protozoa bersilia awet sempurna yang muncul identik dengan organisme bersel tunggal modern Vorticella yang hidup di kolam dan sungai.

Meskipun sebelumnya beberapa tim telah melaporkan fosilisasi mikro seperti spora dan mikroorganisme dalam telur, kasus dalam kepompong menjadi laporan pertama kali. Dunia paleontologi siap membuka tempat-tempat berlimpah bakteri kuno.
Triassic leech cocoon from Antarctica contains fossil bell animal

Benjamin Bomfleur1, Hans Kerp2, Thomas N. Taylor1, Øjvind Moestrup3, and Edith L. Taylor1
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology and Biodiversity Institute, University of Kansas, Lawrence, KS 66044;
  2. Forschungsstelle für Paläobotanik am Institut für Geologie und Paläontologie, University of Münster, D-48143 Münster, Germany; and
  3. Biologisk Institut, Københavns Universitet, 1353 Copenhagen, Denmark
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) December 3, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1218879109
Gambar : Benjamin Bomfleur et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1218879109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment