Pages

Evolusi Tinggi Badan dan Harapan Hidup

Jurnal KeSimpulan.com - Analisis peran harapan hidup dalam evolusi tinggi badan manusia. Mungkin tidak ada sifat manusia lainnya untuk variabel tinggi manusia.

Anda terlihat kerdil ketika berdiri di samping Kerri Walsh Jennings, peraih medali emas voli pantai Olimpiade 2012. Tapi di samping orang pygmy Afrika, Anda menjadi raksasa. Sumber variasi yang membuat antropolog pening selama beberapa dekade.

Diet, iklim dan lingkungan sering dikaitkan dengan variasi tinggi badan di seluruh populasi manusia.

Tapi baru-baru ini satu tim peneliti memasukkan variabel lain yaitu umur kematian.

Andrea Bamberg Migliano dan Myrtille Guillon, antropolog University College London, membuat kasus baru.

Orang yang hidup dalam masyarakat dengan harapan hidup rendah tidak setinggi badan orang dalam masyarakat dengan harapan hidup lebih panjang.

Mereka juga berpendapat perubahan angka kematian menjelaskan lonjakan ukuran tubuh genus Australopithecus ke Homo sekitar 2 juta tahun lalu.

Reproduksi dilakukan secepat mungkin dalam waktu singkat jika Anda tinggal di masyarakat di mana individu biasanya mati muda. Dengan demikian pertumbuhan terhenti relatif awal dalam hidup dan mulai mencurahkan energi untuk mengurus anak.

Ada beberapa situasi dimana temuan tidak bertahan lama. Masyarakat Barat modern dengan angka kematian rendah, pertumbuhan cepat karena makanan berlimpah. Beberapa penelitian menunjukkan obesitas menyebabkan pubertas dini. Di sisi lain, kekurangan gizi parah menyebabkan pertumbuhan tertunda.

Migliano dan Guillon menunjukkan tingkat kematian yang lebih rendah mungkin berkontribusi pada perubahan ukuran dan tinggi badan selama masa transisi Australopithecus ke Homo. Badan genus Homo awal sekitar 30 persen lebih besar dari Australopithecus.

Homo erectus tumbuh lebih tinggi dalam kisaran variasi manusia modern. Otak besar Homo memungkinkan kelompok untuk menurunkan angka kematian dengan keahlian menghindari predator atau mencari makan lebih efisien dibanding Australopithecus.

Bagaimanapun laporan Migliano dan Guillon hanya sepenggal kisah. Butuh banyak penyelidikan untuk menguatkan korelasi tingkat harapan hidup dan tinggi badan dalam catatan fosil. Bahkan tidak menyentuh bagaimana ciri fisik tampaknya sederhana tapi memiliki sejarah evolusi kompleks.
The Effects of Mortality, Subsistence, and Ecology on Human Adult Height and Implications for Homo Evolution

Andrea Bamberg Migliano1 and Myrtille Guillon
  1. Evolutionary Anthropology in the Department of Anthropology at University College London (14 Taviton Street, London WC1H 0BW, U.K. [a.migliano@ucl.ac.uk])
Current Anthropology

Akses : DOI:10.1086/667694

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment