Pages

Permafrost Tidak Selamanya Permanen

Jurnal KeSimpulan.com - Tidak begitu permafrost. Gas rumah kaca yang membeku permanen tidak selamanya permanen seiring menghangatnya iklim Bumi.

Sebanyak 44 miliar ton nitrogen dan 850 miliar ton karbon dalam permafrost di Arktik dapat lepas ke lingkungan ketika wilayah mulai mencair selama abad berikutnya akibat dari pemanasan planet. Nitrogen dan karbon berdampak pada ekosistem, atmosfer dan sumber daya air.

Untuk konteks ini jumlah karbon permafrost kira-kira sama dengan karbon yang melayang-layang di atmosfer hari ini.

Sebuah angka nitrogen yang belum dilaporkan sebelumnya bagi para ilmuwan yang berusaha untuk memprediksi iklim masa depan.

Sedangkan perkiraan karbon konsisten dan memberikan kepercayaan lebih untuk penelitian ilmiah lainnya dengan perkiraan karbon yang sama.

"Analisis ini mengkuantifikasi dampak siklus kimia paling penting yaitu karbon dan nitrogen dari mencairnya lapisan es di bawah skenario pemanasan iklim masa depan," kata Marcia McNutt, direktur U.S. Geological Survey (USGS).

"Sementara permafrost dari lintang kutub mungkin tampak jauh dan terputus dari sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, potensi untuk mengubah habitabilitas planet sangat nyata," kata McNutt.

"Fenomena ini menyediakan data internasional untuk Intergovernmental Panel on Climate Change. Permafrost mendapat perhatian lebih, kita berbagi data dan wawasan untuk model-model yang mendeskripsikan bagaimana tanah, atmosfer dan laut berinteraksi," kata Jennifer Harden dari USGS Research Soil Scientist.
Field information links permafrost carbon to physical vulnerabilities of thawing

Jennifer W. Harden1 et.al.
  1. U.S. Geological Survey, Menlo Park, California, USA
Geophysical Research Letters VOL.39, L15704, 6 PP., 2012

Akses : DOI:10.1029/2012GL051958
Gambar : Jennifer Harden/USGS

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment