Pages

Orangutan Juga Alami Krisis Paruh Baya

Jurnal KeSimpulan.com - Krisis paruh baya yang menghinggapi simpanse juga menyerang orangutan. Krisis paruh baya dialami secara universal oleh 3 spesies kera besar.

Pria dalam pergolakan krisis paruh baya mungkin harus berhenti menyalahkan pernikahan yang bermasalah, biaya pendidikan anak-anak yang makin mahal, atau teknologi yang membuat mereka merasa kuno dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Simpanse dan orangutan juga sering mengalami krisis paruh baya jadi penyebab biologi primata dan tidak spesifik masyarakat Homo sapiens.

Kurva U Kebahagiaan manusia dan aspek lain kesejahteraan secara menyeluruh didokumentasikan sebagai alasan telah menjadi kontroversial.

Tapi sejak tahun 2002 penelitian di 50 negara menemukan bahwa kesejahteraan yang tinggi di masa muda menurun di usia pertengahan dan makin menurun di usia tua.

Euforia pemuda berasal dari harapan tak terbatas dan kesehatan masih baik, sedangkan kepuasan dan ketenangan orang tua mungkin akumulasi dan fakta ketika melihat teman-teman dan keluarga meninggal. Bunuh diri dan penggunaan anti-depresan puncak suram keduannya.

"Kami hanya tertegun ketika data diterapkan pada kera lain," kata Andrew Oswald, ekonom University of Warwick di Inggris.

Oswald meminta ratusan orang untuk menilai kesejahteraan 155 simpanse di Jepang, 181 di AS dan Australia serta 172 orangutan di AS, Kanada, Australia dan Singapura. Relawan, peneliti dan pengasuh juga diberi kuesioner 4 item untuk menilai tingkat kepuasan pada hewan.

Hasilnya, orangutan dan simpanse mengalami malaise setengah baya yaitu Kebahagiaan Kurva U dengan titik nadir pada usia 27 dan 35 tahun dibandingkan dengan usia pada manusia 45-50 tahun.

Masyarakat kedua spesies cukup mirip dengan berbagai problematika sosial pada manusia dan tidak hanya biologis. Mungkin kera secara universal merasa putus asa eksistensial ketika menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pria atau wanita alpha.

"Dengan mengetahui hasil ini mungkin orang menjadi lebih lembut pada diri mereka sendiri ketika mengalami krisis paruh baya bahwa ini biologi alami dan menyadari jika mereka dapat bertahan kemungkinan besar akan keluar pada sisi lain," kata Oswald.
Evidence for a midlife crisis in great apes consistent with the U-shape in human well-being

Alexander Weiss1,2, James E. King3, Miho Inoue-Murayama4, Tetsuro Matsuzawa5, and Andrew J. Oswald6,7
  1. Scottish Primate Research Group,
  2. Department of Psychology, School of Philosophy, Psychology and Language Sciences, University of Edinburgh, Edinburgh EH8 9JZ, United Kingdom;
  3. Department of Psychology, University of Arizona, Tucson, AZ 85721;
  4. Wildlife Research Center of Kyoto University, Sakyo, Kyoto 606-8203, Japan;
  5. Section of Language and Intelligence, Primate Research Institute, Kyoto University, Inuyama, Aichi 484-8506, Japan;
  6. Department of Economics and Centre for Competitive Advantage in the Global Economy, University of Warwick, Coventry CV4 7AL, United Kingdom; and
  7. Institute for the Study of Labor, 53072 Bonn, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) November 19, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1212592109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment