Pages

Evolusi Gigantisme Global Eucalyptus regnans

Jurnal KeSimpulan.com - Eukaliptus (Eucalyptus spp.) raksasa dikirim kembali ke hutan hujan. Evolusi gigantisme Eukaliptus terjadi pada 20 juta tahun terakhir.

Setelah perdebatan lama tentang klasifikasi spesies, tim internasional pertama yang menyelidiki gigantisme global spesies pohon. Dari 46 spesies pohon raksasa di atas 70 meter sebagian besar ditemukan di sepanjang Pasifik Utara Pantai Barat Amerika Utara atau eukaliptus dari Australia Timur dan Selatan.

"Australia merupakan pusat pohon-pohon raksasa," kata David Bowman, ekolog University of Tasmania.

"Dari jumlah tersebut, tertinggi adalah Eucalyptus regnans di Victoria dan Tasmania Timur.

Salah satu pohon di Tasmania memiliki tinggi 99,6 meter sementara catatan sejarah menunjukkan rekor pohon di Victoria mencapai 114,3 meter.

Pandangan umum konifer Amerika Utara menjadi rumah pohon-pohon terbesar di muka Bumi meskipun pohon eucalyptus berbunga dari Australia mencapai ketinggian yang sebanding.

"Ini mengejutkan karena Australia adalah benua bervegetasi terkering di dunia. Namun paradoks dapat menjelaskan keuntungan evolusioner gigantisme pohon," kata Bowman.

Distribusi ekologis dan filogenetik pohon-pohon raksasa, karakteristik eukaliptus berbagi dengan raksasa lainnya. Ada hubungan ekologis unik dengan hutan hujan. Evolusi gigantisme eukaliptus terjadi dalam 20 juta tahun terakhir sebagai respon pemulihan lingkungan ideal untuk pertumbuhan pohon.

Evolusi eukaliptus raksasa lama menjadi teka-teki, namun menjulang tinggi di atas kanopi hutan hujan membuat lebih kompetitif. Keuntungan evolusioner memungkinkan untuk mengalahkan spesies lain meskipun terjadi di pinggiran hutan hujan.
Giant eucalypts - globally unique fire-adapted rain-forest trees?

D. Y. P. Tng1, G. J. Williamson1, G. J. Jordan1, D. M. J. S. Bowman1
  1. School of Plant Science, University of Tasmania, Hobart, Tasmania, Australia
New Phytologist 1 NOV 2012

Akses : DOI:10.1111/j.1469-8137.2012.04359.x
Gambar : Greg Jordan

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment