Pages

Ekspansi Populasi Out of Africa Terbesar

Jurnal KeSimpulan.com - Sekuensing lengkap DNA 36 kromosom Y menemukan periode yang sebelumnya tidak diketahui ketika populasi manusia berkembang pesat.

Peristiwa ledakan penduduk 40-50 ribu tahun lalu setelah ekspansi pertama manusia modern dalam teori Out of Africa dimulai 60-70 ribu tahun lalu dan ekspansi Neolitik orang-orang di beberapa bagian dunia 10 ribu tahun lalu.

Pertama kalinya penggunaan informasi skala besar sekuensing DNA untuk menyusun pohon keluarga secara akurat dari kromosom Y.

Karena kromosom Y hanya ditemukan pada pria maka sejarah dan evolusi lebih mudah diselidiki.

Selain itu informasi genetik lainnya dari Complete Genomics dapat digunakan untuk menyelidiki arkeologi genetik manusia.

Panjang antar cabang dan panjang masing-masing cabang pohon keluarga kromosom Y memberi wawasan ke dalam evolusi populasi manusia. Semakin dekat cabang, semakin cepat populasi berkembang dan terpisah.

Sebaliknya semakin panjang cabang, semakin besar waktu sekelompok orang terpisah dari kelompok lain atau kemungkinan besar rufigia daerah-daerah geografis yang berbeda sehingga terjadi spesiasi.

"Kita selalu menggangap Out of Africa sebagai ekspansi populasi terbesar manusia modern, namun penelitian kami menanyakan teori ini," kata Wei Wei, genetikawan Wellcome Trust Sanger Institute dan West China University of Medical Sciences.

"Ekspansi Out of Afrika terjadi 60.000 tahun lalu, sangat besar dalam hal geografis ketika manusia menyebar ke seluruh dunia," kata Wei.

"Sekarang kita menemukan ekspansi gelombang kedua yang jauh lebih besar dalam hal pertumbuhan populasi dan terjadi selama periode sangat singkat antara 40.000 sampai 50.000 tahun lalu," kata Wei.

Tidak ada acara arkeologi yang jelas untuk mengurai mengapa ekspansi populasi ini terjadi mendadak. Salah satu teori adalah selama ekspansi Out of Afrika asli, manusia bergerak di sepanjang garis pantai dan menetap.

Asal-usul dan genetik berarti orang-orang ini cocok untuk kehidupan pantai, tapi tidak dengan tuntutan hidup pedalaman. Hal ini mencegah pertumbuhan penduduk lebih besar. Kehidupan pantai hanya mempertahankan sejumlah orang saja.

"Kami pikir ini booming, populasi kedua sebelumnya belum diketahui, mungkin terjadi ketikamanusia beradaptasi dengan lingkungan baru setelah Out of Africa yang pertama," kata Qasim Ayub dari Wellcome Trust Sanger.

"Ketika manusia pindah dari Tanduk Afrika ke Asia, Australia dan Eropa, mereka tetap dalam kelompok-kelompok kecil di pantai. Butuh puluhan ribu tahun untuk beradaptasi dengan lingkungan pegunungan berhutan di tengah benua," kata Ayub.

"Namun, setelah makeup genetik cocok untuk lingkungan baru, populasi meningkat sangat pesat sebagai kelompok pedalaman dan mengambil keuntungan dari banyaknya ruang dan makanan," kata Ayub.

Analisis menyoroti wawasan biologi baru dari dataset sekuensing DNA dan nilai berbagi data. Mayoritas informasi DNA yang digunakan untuk analisis tanda tangan genetik yang ditemukan pada kromosom Y dari 36 orang ke dalam sejarah evolusi manusia modern.

"Kami sekarang ingin melihat data kromosom Y dengan jumlah sepuluh kali lipat dari 1000 Genomes Project. Siapa yang tahu apa yang akan kita temukan nanti," kata Chris Tyler-Smith dari Wellcome Trust Sanger.
A calibrated human Y-chromosomal phylogeny based on resequencing

Wei Wei1, Qasim Ayub1, Yuan Chen1, Shane McCarthy1, Yiping Hou2, Ignazio Carbone3, Yali Xue1 and Chris Tyler-Smith4,5
  1. Wellcome Trust Sanger Institute;
  2. Sichuan University
  3. North Carolina State University
  4. The Wellcome Trust Sanger Institute
Genome Research October 4, 2012

Akses : DOI:10.1101/gr.143198.112
Complete Genomics http://www.completegenomics.com/
1000 Genomes Project http://www.1000genomes.org/
Wellcome Trust Sanger Institute http://www.sanger.ac.uk/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment