Pages

Burung Cacatua goffini Spontan Membuat Alat

Jurnal KeSimpulan.com - Kakatua Goffin yang terampil. Cacatua goffini menggunakan dan menciptakan benda sebagai alat yang jarang terlihat dalam kerajaan hewan.

Pertama kalinya Cockatoo Goffin bernama Figaro dilaporkan membuat dan menggunakan alat-alat kayu untuk meraih makanan. Tambahan baru pada tema tentang teka-teki evolusi perilaku cerdas. Tongkat untuk meraup makanan sebagai langkah-langkah manufaktur canggih.

Cacatua goffini dari Indonesia sangat menyenangkan sebagai salah satu spesies kakatua.

Figaro adalah orangutan dunia burung. Para biolog kognitif memanfaatkan mereka sebagai spesies model untuk menyelidiki perilaku cerdas pada burung.

Stik kayu dijadikan kepanjangan paruh untuk mengapai-gapai kacang-kacangan lezat. Apa proses mental untuk menciptakan dan membuat alat-alat.

"Kami mendokumentasikan kakatua Figaro menggunakan paruh yang kuat untuk memotong serpihan dari balok kayu atau memotong dan memodifikasi cabang untuk meraup kacang di luar jangkauan langsung," kata Alice Auersperg, biokognisian University of Vienna di Wina.

"Figaro membuat alat baru untuk setiap kacang yang kami tempatkan di sana dan setiap kali burung berhasil mendapatkannya," kata Auersperg.

Kakatua Goffin sangat eksploratif dalam memecahkan masalah di bidang teknis dan tergolong berotak besar. Inovasi spontan dan kreativitas individu sangat langka di antara spesies non primata sehingga membuka banyak pertanyaan tentang evolusi intelijensi.

Banyak spesies burung seperti Pelatuk Kutilang dari Kepulauan Galapagos dan kuntul sebagai toolmakers alami dan pengguna. Gagak New Caledonian juga berbakat membentuk potongan-potongan kayu dan daun kelapa kaku menjadi tombak dan kait untuk menangkap belatung.
Spontaneous innovation in tool manufacture and use in a Goffin’s cockatoo

Alice M.I. Auersperg1, Birgit Szabo1, Auguste M.P. von Bayern2,3 and Alex Kacelnik2
  1. Department of Cognitive Biology, University of Vienna, Althanstr 14, 1090, Vienna, Austria
  2. Department of Zoology, University of Oxford, OX1 3PS, Oxford, UK
  3. Max-Planck-Institute for Ornithology, 82319 Seewiesen, Germany
Current Biology Volume 22, Issue 21, R903-R904, 6 November 2012

Akses : DOI:10.1016/j.cub.2012.09.002
Gambar dan Video : Alice Auersperg/University of Vienna

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment