Pages

Bunga Dahlia Hitam Mendapatkan Warnanya

Jurnal KeSimpulan.com - Le Rouge et le Noir Bunga Dahlia (Dahlia variabilis hort) mendapat warnanya. Sintesa enzim memegang mekanisme molekuler dibalik warna-warni.

Diantara kecantikan Bunga Dahlia Hitam tersimpan paduan tragedi mencekam Elizabeth Short atau suara merdu Iis Dahlia. Tapi para penggermar Bungga Dahlia terpukau warna putih, kuning, merah atau ungu meskipun mekanisme molekuler di balik Dahlia telah lama menjadi misteri.

Dahlia begitu populer dan terus menerus dibudidaya di seluruh dunia hingga menjadi sejumlah besar kultivar dengan 20.000 varietas.

Banyak dari mereka menunjukkan warna merah dan warna hitam Bunga Dahlia jarang terjadi.

Warna hitam-merah akumulasi peningkatan anthocyanin sebagai akibat dari konsentrasi drastis yang mengurangi flavon.

Warna secara eksklusif didasarkan akumulasi metabolit flavonoid seperti anthocyanin, flavon dan flavonol. Warna merah timbul dari anthocyanin sementara putih dan kuning kurang mengandung anthocyanin tapi mengandung banyak flavon dan chalcones.

Flavon dan flavonoid tidak berwarna tapi mempengaruhi warna bunga dengan bertindak sebagai co-pigmen, berinteraksi dengan anthocyanin untuk menstabilkan struktur. Flavon lebih melimpah dibanding flavonol adalah dominansi co-pigmen yang hadir. Semua kultivar menunjukkan enzim flavon sintase II (FNS) tinggi dan sintase flavonol rendah.

"Penjelasan molekuler Dahlia menarik. Manipulasi simultan semua FNS II isoenzim menjadi mekanisme efektif untuk rekayasa isi flavon," kata Heidi Halbwirth dari Vienna University of Technology di Wina.
'Le Rouge et le Noir': A decline in flavone formation correlates with the rare color of black dahlia (Dahlia variabilis hort.) flowers

Jana Thill1, Silvija Miosic1, Romel Ahmed1, Karin Schlangen1, Gerlinde Muster1, Karl Stich1, Heidi Halbwirth1
  1. Technische Universität Wien, Institut für Verfahrenstechnik, Umwelttechnik und Technische Biowissenschaften, Getreidemarkt 9/1665, Wien A-1060, Austria
BMC Plant Biology 23 November 2012

Akses : DOI:10.1186/1471-2229-12-225
Gambar : Jana Thill et.al., BMC Plant Biology, DOI:10.1186/1471-2229-12-225

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment