Pages

Susu Sapi GM Tanpa Protein Betalactoglobulin

Jurnal KeSimpulan.com - Sapi perah menghasilkan hypoallergenic. Alergi susu sapi jadi bagian masa lalu karena tim Selandia Baru menciptakan sapi GM yang menghasilkan susu hipoalergenik.

Sekitar 1,5 persen bayi alergi terhadap protein susu disebut betalactoglobulin (BLG). Stefan Wagner dan rekan AgResearch di Hamilton, Selandia Baru, mengidentifikasi kode genetik protein lalu menutup struktur genetik produksi BLG ketika disuntikkan ke dalam inti sel.

Wagner memindahkan inti ke dalam sel telur sapi yang ditanamkan ke sapi lain.

Sapi melahirkan anak sapi perempuan yang sehat, meskipun anehnya ia kehilangan ekor.

Anak sapi diberi hormon untuk memprovokasi awal laktasi dan susu dianalisis benar-benar tidak memiliki BLG. Tingkat protein susu lainnya luar biasa tinggi.

"Saya tidak yakin apakah ini akan membuat susu lebih baik atau sehat, tetapi mungkin berguna dalam keju," kata Wagner.

Tim belum tahu apakah susu tersebut enak karena peraturan menetapkan tes pasar belum bisa dilakukan. Pendekatan serupa memungkinkan peneliti memodifikasi sifat susu lainnya seperti tingkat antibodi dan hormon untuk kegunaan medis. Mungkin juga memecahkan misteri ekor yang hilang.

AgResearch http://www.agresearch.co.nz/
Targeted microRNA expression in dairy cattle directs production of β-lactoglobulin-free, high-casein milk

Anower Jabed1,2, Stefan Wagner1, Judi McCracken1, David N. Wells1, and Goetz Laible1
  1. AgResearch, Hamilton 3240, New Zealand
  2. Department of Biological Sciences, University of Waikato, Hamilton 3240, New Zealand
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) October 1, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1210057109
Gambar : AgResearch

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment