Pages

Sistem Planet PH1 Mengorbit Empat Bintang

Jurnal KeSimpulan.com - Astronom menemukan planet dalam sistem bintang quadruple. Kolaborasi astronom amatir dan profesional menemukan planet mengorbit 4 Matahari.

Sebuah upaya bersama astronom amatir dan profesional menghadirkan kasus pertama sebuah planet mengorbit 2 bintang kembar yang pada gilirannya secara bersama mengorbit lagi 2 bintang kembar jauh.

Dibantu sukarelawan, tim Yale memimpin astronom internasional untuk identifikasi dan dikonfirmasi temuan fenomena baru.

Dijuluki PH1 adalah tipe planet circumbinary dalam sistem cakram 4 bintang.

Sebelumnya hanya 6 planet yang diketahui mengorbit 2 bintang dan tidak ada di antaranya mengorbit bintang jauh.

Planet circumbinary dulunya fiksi ilmiah dengan Tatooine sebagai homeworld Luke Skywalker di Star Wars.

"Circumbinary planets adalah pembentukan ekstrem planet," kata Meg Schwamb dari Yale saat pertemuan tahunan Division for Planetary Sciences dari American Astronomical Society di Reno, Nevada, 15 Oktober.

"Temuan sistem ini memaksa kita kembali ke papan gambar untuk memahami bagaimana planet dapat terakit dan berkembang secara dinamis dalam lingkungan yang menantang," kata Schwamb.

PH1 pertama kali diidentifikasi oleh para astronom amatir yang berpartisipasi dalam Hunters Planet, sebuah program Yale dimana masyarakat meninjau data wahana NASA Kepler untuk petunjuk planet.

"Planet Hunters adalah proyek simbiosis, kombinasi kekuatan masyarakat dengan tindak lanjut tim astronom," kata Debra Fischer, astronom Yale.

Planet Hunters http://www.planethunters.org

Dengan radius 6,2 kali Bumi, PH1 lebih besar dari Neptunus. Planet mengandung gas yang menghabiskan 138 hari menyelesaikan orbit tunggal 2 bintang host bermassa 1,5 dan 0,41 kali Matahari. Bintang-bintang dalam lingkaran satu sama lain sekali setiap 20 hari.

Dua bintang lainnya mengorbit bintang kembar dengan jarak sekitar 1.000 unit astronomi (AU) dari bintang-bintang host (satu AU adalah jarak Bumi dan Matahari atau sekitar 150 juta kilometer).

Jika Anda berharap berharap menikmati Matahari terbenam 4 kali dalam sehari mungkin sebuah taruhan. Temperatur PH1 minimal 484 derajat Fahrenheit (524 Kelvin atau 251 derajat Celcius) dan maksimal 644 derajat F (613 Kelvin atau 340 derajat C).

Relawan Planet Hunter, Kian Jek dari San Francisco, California, dan Robert Gagliano dari Cottonwood, Arizona, melihat PH1 menggunakan metode transit. Schwamb memimpin tim astronom profesional untuk mengkonfirmasi temuan menggunakan teleskop Keck di Mauna Kea, Hawaii.

"Ini kehormatan besar terlibat dalam Planet Hunter, ilmuwan amatir bekerja bersama-sama dengan astronom profesional, membuat kontribusi nyata bagi sains," kata Gagliano.

Planet Hunters: A Transiting Circumbinary Planet in a Quadruple Star System

Megan E. Schwamb, Jerome A. Orosz, Joshua A. Carter, William F. Welsh, Debra A. Fischer, Guillermo Torres, Andrew W. Howard, Justin R. Crepp, William C. Keel, Chris J. Lintott, Nathan A. Kaib, Dirk Terrell, Robert Gagliano, Kian J. Jek, Michael Parrish, Arfon M. Smith, Stuart Lynn, Robert J. Simpson, Matthew J. Giguere, Kevin Schawinski

arXiv (Submitted on 12 Oct 2012)

Akses : arXiv:1210.3612

Gambar : Haven Giguere/Yale University

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment