Pages

Manusia Modern Semakin Panjang Umur

Jurnal KeSimpulan.com - Hidup semakin mudah. Manusia berumur panjang merupakan fenomena modern. Umur Manusia lebih panjang dibanding leluhurnya.

Hidup di jaman modern adalah hidup di atas kasur empuk yang nyaman. Manusia hidup jauh lebih lama dengan 72 tahun dibanding leluhurnya yang mungkin hanya 30 tahun. Sedikit demi sedikit Homo sapiens semakin meminimalisir bahaya lingkungan.

Langkah-langkah sanitasi yang membersihkan air minum, akses rutin makanan, ditambah antibiotik dan vaksin tampaknya bekerja ke arah melawan kematian.

"Ini mengejutkan," kata Ronald Lee, demografer di University of California.

"Kami sudah memikirkan potensi manusia benar-benar spesies berumur panjang. Ini memicu pertanyaan seberapa jauh kita bisa ke depan," kata Lee.

Oskar Burger, antropolog Max Planck Institute for Demographic Research di Rostock, Jerman, dan rekan menyelidiki evolusi umur primata. Satu set data simpanse, masyarakat pemburu-pengumpul di Afrika dan Amerika Selatan serta manusia modern Jepang, Swedia dan Prancis.

Umur 72 tahun untuk Jepang dan 69 untuk Swedia. Penurunan mantap bertahap probabilitas kematian dimulai sebelum 1900. Tetapi jumlah kematian bagi pemburu-pengumpul tetap mendekati simpanse liar dibanding masyarakat modern.

"Sungguh menakjubkan bahwa akses air bersih dan sedikit tambahan makanan membuat Anda lebih berumur panjang," kata Berger.

Temuan mungkin dapat memperpanjang rentang hidup manusia lebih lama dengan masuk ke dalam program selular dan gen yang dapat memperpanjang hidup seperti pada cacing gelang dan tikus di laboratorium.

"Ini tidak begitu sulit untuk terus memperlambat laju kematian. Saya sangat yakin untuk memanipulasi umur," kata Brian Kennedy, biolog Buck Institute for Research on Aging di Novato, California.
Human mortality improvement in evolutionary context

Oskar Burgera, Annette Baudischa, and James W. Vaupela,b,c
  1. Max Planck Institute for Demographic Research, D-18057 Rostock, Germany;
  2. Institute of Public Health, University of Southern Denmark, DK-5000 Odense, Denmark; and
  3. Duke Population Research Institute, Duke University, Durham, NC 27708
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) October 15, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1215627109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment