Pages

Gaya Rambut Gajah Untuk Membuang Panas

Jurnal KeSimpulan.com - Gaya rambut gajah membantu tetap dingin. Kalimat yang terdengar aneh bagi pengamat tata rambut, tapi gajah tidak peduli banyak tentang gaya.

Rambut menjadi salah satu peraturan mamalia yang memisahkan diri dari sisa kerajaan hewan bersama dengan fitur seperti produksi susu. Rambut membantu melestarikan panas tubuh yang sangat penting mengingat efesiensi daya bakar untuk menjaga mahkluk berdarah panas.

"Tapi dalam laporan kami rambut juga memiliki efek sebaliknya," kata Elie Bou-Zeid, insinyur tehnik sipil Princeton University di New Jersey.

Hampir 300 tahun yang lalu, ilmuwan Antonie van Leeuwenhoek bertanya-tanya menggunakan mikroskop mengapa model rambut gajah bisa seperti itu.

Gajah perlu khawatir bagaimana cara untuk membuang panas tubuh dan mendinginkan diri. Mereka tinggal di iklim di mana suhu bisa mencapai 122 derajat F (50 derajat C).

Gajah modern secara eksklusif hidup di daerah hangat sejak pra zaman es terakhir. Selain itu rasio volume tubuh dibandingkan total luas permukaan tubuh menempati porsi terbesar dari semua mamalia darat.

Rambut dimodifikasi untuk membantu perjalanan panas dari kulit. Semilir angin yang cukup dapat mendinginkan tubuh secara signifikan sehingga lebih efisien melepas panas hingga 20 persen selain belalai yang juga untuk memercikkan air dan lumpur ke tubuh sendiri.

"Tidak terlalu mengejutkan bahwa sesuatu yang begitu kecil bisa dilupakan tentang hewan darat terbesar di dunia," kata Conor Myhrvold, insinyur tehnik sipil Princeton University.
What Is the Use of Elephant Hair?

Conor L. Myhrvold1, Howard A. Stone2, Elie Bou-Zeid1
  1. Department of Civil and Environmental Engineering, Princeton University, Princeton, New Jersey, United States of America
  2. Department of Mechanical and Aerospace Engineering, Princeton University, Princeton, New Jersey, United States of America
PLoS ONE 7(10): e47018, October 10, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0047018
Gambar : Conor L. Myhrvold et.al., PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0047018.g001

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment