Pages

Evolusi Golongan Darah Sistem ABO Primata

Jurnal KeSimpulan.com - Sistem ABO kembali merentang 20 juta tahun lebih. Simpanse, owa dan primata lainnya tidak hanya sepupu evolusi manusia, kita juga saudara sedarah.

Jenis darah A, B dan O berevolusi 20 juta tahun lalu pada primata tunggal. Keragaman tipologi darah merupakan respon survival. Hanya sedikit gen versi A, B dan O yang berbeda dan para ilmuwan telah berdebat pada 2 skenario untuk penjelasan evolusi.

Satu hipotesa, gen versi A sudah lama ada, lalu versi B dan/atau O terpotong secara independen di beberapa spesies (termasuk manusia, gorila, simpanse dan babun).

Hipotesis lainnya bahwa semua spesies mungkin telah mewarisi tipe A dan B dari leluhur tunggal.

"Bukti kemampuan bersama yang sangat tua dan di sepanjang perbedaan spesies," kata Martin Olsson dari Lund University di Swedia.

Sekarang Laure Ségurel, genetikawan University of Chicago, menggeledah hamparan DNA tertentu pada gen darah manusia, bonobo, simpanse, gorila, orangutan dan beberapa monyet. Kemudian bentangan DNA seluruh spesies dipasang ke pohon keluarga besar primata.

Golongan darah A dan B berdating 20 juta tahun, jauh sebelum perceraian simpanse dan manusia, mungkin sejauh leluhur manusia dan monyet primitif lainnya. Bagian DNA dalam versi A manusia lebih erat dengan versi A owa dibanding versi B manusia.

Persis mengapa evolusi mendukung campuran jenis darah pada begitu banyak spesies yang tetap menjadi sebuah misteri. Tergantung pada golongan darah, orang menjadi lebih atau kurang rentan terhadap patogen tertentu.

Manusia berdarah O lebih rentan kolera sementara tipe A lebih rentan cacar dan pembekuan. Keragaman tipologi darah dalam kelompok mungkin dipertahankan begitu lama karena masing-masing imunologis menguntungkan dalam waktu-waktu tertentu dan tempat.

"Keragaman memberi perlindungan terhadap apa pun yang mungkin datang. Jika Anda melawan harimau di Siberia, Anda tidak ingin darah A," kata Brian Cobb, glikoimunolog Case Western University di Cleveland.
The ABO blood group is a trans-species polymorphism in primates

Laure Ségurel1,2,3 et.al.
  1. Department of Human Genetics
  2. Howard Hughes Medical Institute, and
  3. Department of Ecology and Evolution, University of Chicago, Chicago, IL 60637
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) October 22, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1210603109

Link situs lain : Laporan Penelitian | Tutorial Akademik | Pencarian Jurnal

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment