KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Thursday, September 13, 2012

Strain Baru Virulensif Virus Flu Babi dari Korea

Jurnal KeSimpulan.com - Strain virus flu babi baru bisa menginfeksi manusia. Strain flu babi A/Swine/Korea/1204/2009 or Sw/1204 (H1N2) berpotensi virulensif.

Hanya beberapa tweak genetik bisa mengubah virus influenza yang ditemukan pada babi di Korea menjadi ancaman pandemi berikutnya pada orang. Setidaknya satu virus yang diisolasi mungkin sudah membawa potensi untuk menyebabkan penyakit pada manusia.

Virus ini menyebabkan flu berat pada musang, proxy disukai bagi manusia dalam penelitian flu, dan tumbuh dalam jaringan paru-paru manusia di laboratorium.

"Ini membuat sedikit menakutkan," kata Robert Webster, virulog St. Jude Children’s Research Hospital di Memphis.

"Sejauh ini virus belum ditemukan pada orang, tapi jika berada dalam babi, berhati-hatilah," kata Webster.

Babi menjadi tempat pencampuran genetik di mana virus influenza dari burung, manusia dan babi bertukar gen. Virus yang dihasilkan disebut triple reassortants yang dapat membantu virus menyebar pada manusia. Sebuah triple reassortants dari babi menyebabkan pandemi H1N1 2009.

Virus triple reassortants telah ditemukan di antara kawanan babi Korea sehingga Webster dan rekan mempelajari beberapa strain yang berpotensi pandemi. Hanya satu yang dikenal sebagai A/Swine/Korea/1204/2009 or Sw/1204 (H1N2) membuat ferrets sakit.

Virus membawa mutasi pada gen yang membantu virus flu masuk ke dan keluar dari sel host. Salah satu mutasi mengubah protein di permukaan virus disebut hemagglutinin. Protein membantu virus flu menyerang sel-sel saluran pencernaan burung dan pernafasan pada babi dan manusia.

Mutasi lainnya mengubah protein virus flu disebut neuraminidase yang membaut virus bebas membelah dari sel host sehingga menyebar. Kedua mutasi tampaknya diperlukan bagi virus untuk menyebar di antara musang. Virus flu perlu keseimbangan antara menempel erat ke sel inang dan terbang bebas sendiri.

Meskipun virus membuat ferrets sakit dan mudah ditularkan dari musang ke musang, tidak ada jaminan virus berperilaku dengan cara yang sama pada manusia, kata James Paulson, biokimiawan Scripps Research Institute di La Jolla, California.

Manusia tampaknya tidak meloloskan H1N2 di antara satu sama lain, mungkin karena sistem kekebalan tubuh manusia terbiasa untuk memerangi virus flu lain yang mengandung komponen yang sama.

Namun bercak mutasi virus flu pada babi dapat menjadi perhatian, kata Daniel Perez, virulog University of Maryland di College Park. Para peneliti tidak dapat memprediksi bagaimana virus flu berperilaku hanya dengan melihat makeup genetik. Penularan virus flu di ferret bisa menjadi sistem peringatan dini untuk pandemi.
Virulence and transmissibility of H1N2 influenza virus in ferrets imply the continuing threat of triple-reassortant swine viruses

Philippe Noriel Q. Pascua1 et.al.
  1. College of Medicine and Medical Research Institute, Chungbuk National University, Cheongju 361-763, Republic of Korea
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) September 10, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1205576109

Artikel Lainnya:

No comments :

Post a Comment