Pages

Novel Genetik Populasi Afrika Tidak Tunggal

Jurnal KeSimpulan.com - Gen Afrika membisu kelahiran manusia. Studi DNA gagal menemukan akar spesies tunggal. Sekuel Homo sapiens adalah kisah berantakan.

Daripada muncul dari satu populasi kecil, spesies manusia berevolusi tersebar, jaringan kompleks kelompok bercampur dan saling silang kawin satu sama lain. Laporan studi genetik terbesar klik berbahasa pemburu-pengumpul di Afrika selatan yang dikenal Khoisa.

Kadang-kadang disebut Bushmen, Khoisan adalah orang dengan genetik beragam dan menyimpang dari populasi lain ketika fajar sejarah manusia.

Dating pemisahan genetik antara Khoisan dan sisa manusia lainnya kembali pada 100.000 tahun lalu yang sejalan dengan perhitungan lain.

Sekitar 55.000 tahun lebih tua dari cabang pohon keluarga manusia berikutnya ketika pigmi Afrika Tengah memisahkan diri.

Khoisan terpisah menjadi kelompok utara dan selatan 35.000 tahun lalu. Tapi ketika para ilmuwan mencari petunjuk genetik di mana manusia menempuh hidup baru di sub-Sahara Afrika, mereka tidak bisa melacak kelompok modern kembali ke salah satu wilayah.

"Kompleksitas penduduk Afrika selatan adalah berita besar. Ini merusak hipotesis sederhana yang mencoba menentukan asal geografis tunggal manusia modern," kata Adam Siepel, biolog komputasi Cornell University.

Manusia awal berasal dari populasi sangat terstruktur dengan pertukaran genetik antar sub-kelompok. Bukti fosil sebelumnya telah menyarankan Afrika timur, sementara analisis genetik lebih kecil menunjukkan Afrika selatan.

Carina Schlebusch, biolog Swedia Uppsala University dan rekan, menggeledah single nucleotide polymorphisms (SNP) yang merupakan lokasi kode genetik di mana orang umumnya berbeda. Survei 2,3 juta SNP pada 220 orang dari 11 populasi Afrika termasuk 7 kelompok Khoisan.

Setelah menggabungkan data baru dengan data yang diterbitkan sebelumnya, Schlebusch menilai 4 ukuran variasi genetik untuk menemukan di mana manusia berasal di Afrika, tetapi hasilnya tidak berkumpul di satu lokasi.

Tim lain, Joseph Pickrell dari Harvard Medical School dan rekan menganalisis satu set berbeda lebih dari 565.000 SNP pada 187 orang dari 22 populasi Afrika. Pickrell mengidentifikasi percabangan di dalam Khoisan terjadi 30.000 tahun lalu.

Dua laporan gagal untuk menemukan satu daerah di mana manusia muncul. Bukti tidak harus selalu berharap untuk menemukan tempat asal mula manusia dengan melihat hubungan evolusioner masa kini Afrika.

"Ketika Anda melihat populasi modern, Anda melihat di mana mereka tinggal saat ini. Anda tidak tahu di mana mereka berada 50.000 atau 60.000 tahun lalu," kata Sarah Tishkoff, genetikawan University of Pennsylvania di Philadelphia.

Perubahan genetik mungkin mengungkap kekuatan evolusi yang membentuk Afrika awal. Petunjuk seleksi terjadi pada beberapa gen yang terkait dengan tulang dan neurologis mungkin memainkan peran munculnya manusia modern secara anatomis.

"Mereka mengkonfirmasi gen yang berbeda antara manusia modern dan Neanderthal, RUNX2, yang mungkin terlibat dalam bentuk fisik unik dari spesies kita relatif terhadap manusia kuno," John Hawks, antropolog University of Wisconsin-Madison.

Analisis yang lebih luas meneliti buku instruksi lengkap genetik orang-orang dari kelompok Khoisan yang berbeda diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut. Sejauh ini, para ilmuwan hanya melakukan pada orang Khoisa.

"Kita masih di awal untuk memahami sejarah manusia modern dan asal-usul di Afrika. Di masa depan sekuensing genom lebih utuh menjadi lebih jelas," kata Tishkoff.
The genetic prehistory of southern Africa

Joseph K. Pickrell et.al.

arXiv (last revised 17 Sep 2012)

Akses : arXiv:1207.5552
Carina M. Schlebusch (Department of Evolutionary Biology, Uppsala University, Norbyvägen 18D, 752 36 Uppsala, Sweden) et.al. Genomic Variation in Seven Khoe-San Groups Reveals Adaptation and Complex African History. Science, September 20 2012, DOI:10.1126/science.1227721

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment