Pages

Kilauan Biru Metalik Buah Pollia condensata

Jurnal KeSimpulan.com - Biru metalik bersinar lebih terang dari semuanya. Buah Biru (Pollia condensata) mungkin lebih intens biru dari apa pun dalam biologi.

Don't judge a book by its cover. Don't let the iridescent blue of this tiny African fruit fool you. Buah Biru (Pollia condensata) mungkin lebih tajam dibanding buah apapun, tetapi mereka tidak mengandung pigmen biru sama sekali.

Penampilan menjadi kedok yang baik untuk menyembunyikan benih yang tidak menawarkan nilai gizi apa pun kepada hewan lapar.

Segar atau tidak, buah ini hampir tidak layak makan. Mereka tidak mengandung rasa manis dan juicy.

Sama sekali tidak enak. Hanya biji keras! Warna intens mungkin merupakan adaptasi untuk mengelabui burung agar mengira makan buah dan menyebar benih.

Tanaman berry Pollia condensata hidup di hutan sub-Sahara Afrika dengan warna mengkilat. Kilauan berasal dari interaksi cahaya dengan kulit buah yang berisi lapisan mikroskopis berbentuk serat batang selulosa

Permainan yang sama dilakukan beberapa rekan kupu-kupu, kumbang dan Burung Merak menggunakan lapisan chitin, tapi permainan warna hampir tak terdengar pada tanaman. Warna P. condensata bukan pigmen, tetapi cahaya memantul dari struktur kecil di permukaan.

Fakta P. condensata menghasilkan pelangi warna dalam pola canggih. Contoh menarik evolusi konvergen tumbuhan dan hewan. Warna berevolusi untuk memanfaatkan ketertarikan burung pada gemerlap benda. Tampak blueberry tanpa repot mengemas daging buah segar.

"Kami mengukur intensitas dengan melihat proporsi cahaya yang tiba di permukaan material yang dipantulkan kembali. Sebelumnya kupu-kupu Morpho memenangkan kompetisi ini, tapi Pollia lebih baik," Beverley Glover, fisikawan University of Cambridge.
Pointillist structural color in Pollia fruit

Silvia Vignolini1, Paula J. Rudall2, Alice V. Rowland2, Alison Reed3, Edwige Moyroud3, Robert B. Faden4, Jeremy J. Baumberg1, Beverley J. Glover3, and Ullrich Steiner1
  1. Cavendish Laboratory, Department of Physics, University of Cambridge, J. J. Thomson Avenue, Cambridge CB3 0HE, United Kingdom
  2. Jodrell Laboratory, Royal Botanic Gardens, Kew, Richmond, Surrey TW9 3AB, United Kingdom
  3. Department of Plant Sciences, University of Cambridge, Downing Street, Cambridge CB2 3EA, United Kingdom
  4. Smithsonian Institution, National Museum of Natural History, Department of Botany, MRC 166, PO Box 37012, Washington, DC 20013-7012
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) September 10, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1210105109
Gambar : Paula Rudall

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment