Pages

Ernanodon Mamalia Ceruk Paleocene Akhir

Jurnal KeSimpulan.com - Mamalia pasca dino yang gemuk dan lamban. Fosil lengkap mendekati mamalia kuno yang membuktikan bahwa mereka bukan pelari.

Mamalia memenuhi lanskap Paleocene Akhir tepat setelah kepunahan dinosaurus non-unggas sebagai makhluk berdarah hangat Cretaceous seperti yang dicontohkan oleh Ernanodon, kerangka yang telah lama menjadi fokus penelitian untuk mengungkapkan bagaimana mamalia awal.

"Mamalia seukuran luak, agak tebal dengan tengkorak persegi pendek, sedikit gigi dan cakar besar pada forelimbs," kata Peter Kondrashov.

"Struktur tubuh depan menunjukkan hewan ini banyak aktivitas untuk menggali, mungkin sebagian besar dalam mencari makanan," kata Kondrashov.

Kerangka berdating 60-55 juta tahun ditemukan di Mongolia. Fosil sebelumnya ditemukan di China.

Ernanodon unik dan salah satu kerangka paling lengkap yang pernah dikumpulkan dari Paleosen di wilayah Bulak Naran. Kaki belakang hampir datar sehingga peneliti tidak berpikir Ernanodon adalah pelari. Malah menghabiskan sebagian besar hari dengan menggali dan makan tanpa banyak mengunyah.

"Berdasarkan struktur gigi, lapirsan enamel sangat tipis, ukuran gigi berkurang, tampak makanan agak lembut dan tidak banyak mengunyah. Struktur gigi serupa diamati pada mamalia pemakan rayap, semut dan serangga sosial lain," kata Kondrashov.

Sementara Ernanodon tidak memiliki keturunan langsung, para ilmuwan percaya hewan ini terkait keluarga mamalia punah dikenal sebagai Palaeanodonts. Mereka juga memiliki tubuh besar, gigi kecil dan cakar besar untuk menggali.

Pada gilirannya terkait mamalia modern Trenggiling yang hidup di Afrika dan Asia. Berdasarkan bukti-bukti awal untuk Ernanodon, para ilmuwan berpikir kemudian mamalia misterius terkait dengan Armadillo modern atau Sloths.

Pangolin menyerupai hewan-hewan ini dalam penampilan dan perilaku, tapi mereka mewakili genus dan spesies berbeda. Ernanodon hanyalah salah satu dari banyak mamalia terkenal pasca kepunahan dinosaurus non-unggas.

"Hewan ini dari periode waktu Paleocene penerus Cretaceous sehingga mungkin berkembang sebagai akibat dari kosongnya berbagai ceruk baru setelah ditinggal dinosaurus. Kami sedikit tahu deposit Paleosen di Asia dan ini banyak pemahaman evolusi awal mamalia di Asia," kata Kondrashov.

A nearly complete skeleton of Ernanodon (Mammalia, Palaeanodonta) from Mongolia: morphofunctional analysis

Peter Kondrashov1,2 & Alexandre K. Agadjanian2
  1. A.T. Still University of Health Sciences, Kirksville College of Osteopathic Medicine, 800 West Jefferson Street, Kirksville, Missouri, 63501, U.S.A
  2. Borissiak Paleontological Institute of the Russian Academy of Sciences, 123 Profsoyuznaya Street, Moscow, Russia, 117997
Journal of Vertebrate Paleontology 28 Aug 2012

Akses : DOI:10.1080/02724634.2012.694319

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment