Pages

Chip Pencitraan Cahaya 3D Gerakan Sperma

Jurnal KeSimpulan.com - Chip sensing cahaya menonton sperma bergerak. Teknik pencitraan menyediakan bukti langsung pertama pola spiral ketika sperma berenang.

Sperma manusia tertangkap berputar-putar dalam tarian rumit. Teknik baru pencitraan 3D menyaksikan gerakan spiral yang sebelumnya hanya disimpulkan dari data 2D. Rekaman skala besar dan resolusi tinggi melacak lebih dari 1.500 sel sperma manusia selama beberapa jam.

Sperma manusia telah lolos dari pengamatan rinci di masa lalu. Kepala sperma hanya sebesar 3-4 mikrometer.

Sel-sel sperma hanya bisa dilihat di bawah zoom hingga 100 mikrometer per detik.

Merunduk masuk dan keluar dari fokus atau melesat di laur jangkauan mata dalam sekejap.

"Tujuan kami menciptakan sesuatu yang tidak dimiliki oleh optik konvensional. Ini pengamatan pertama dari sesuatu yang sepenuhnya tersembunyi," kata Aydogan Ozcan, bioengineer University of California di Los Angeles.

Sperma terlalu cerdik diamati dengan lensa mikroskop konvensional, tapi tak berdaya ketika diintip menggunakan chip sensing cahaya seukuran 4x6 milimeter yang ditempatkan di bawah sampel transparan.

Sebuah light-emitting diode (LED) memancar cahaya merah di atas sperma, membentuk bayangan kabur sehingga chip dapat mengikuti kepala setiap sel ketika bergerak horizontal. Sedetik, LED biru menyala dari sudut yang berbeda.

Casting berubah dengan posisi vertikal setiap kepala. Pencitraan secara massal 90 frame per detik memungkinkan karakterisasi gerakan sperma secara tepat. Lebih dari 90% sperma bergerak di sepanjang jalur agak melengkung dan menggeliat dari sisi ke sisi.

Sebuah fraksi kecil menari hampir sempurna spiral, membentuk heliks dengan radius antara 0,5 hingga 3 mikrometer. Sebagian besar heliks ke arah kidal, namun terlalu dini untuk mengetahui apakah preferensi ini berlaku universal setiap fungsi fisiologis.
High-throughput lensfree 3D tracking of human sperms reveals rare statistics of helical trajectories

Ting-Wei Su1,2, Liang Xue1,2,3, and Aydogan Ozcan1,2,4,5
  1. Electrical Engineering Department, University of California, Los Angeles, CA 90095
  2. Bioengineering Department, University of California, Los Angeles, CA 90095
  3. Department of Information Physics and Engineering, Nanjing University of Science and Technology, Nanjing, Jiangsu 210094, China
  4. California NanoSystems Institute, University of California, Los Angeles, CA 90095
  5. Department of Surgery, David Geffen School of Medicine, University of California, Los Angeles, CA 90095
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) September 17, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1212506109
Video : Ting-Wei Su et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1212506109
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment