KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Senin, 24 September 2012

Awan Gelap Barnard 68 (B68) dan Bintang Lahir

Jurnal KeSimpulan.com - Kejutan keruntungan ternyata awan gelap menjadi bintang. Barnard 68 (B68) bermassa 1 hingga 3 kali Matahari yamg duduk 300 sampai 500 tahun cahaya.

Para pesaing berbaris ketika masing-masing bercita-cita mengapai langit. Tiba-tiba muncul sosok bayangan dalam proses kolapsasi. Sebuah bintang lahir yang berlangsung sangat berbeda di langit daripada para bintang di Hollywood.

Pengamatan back up membawa kisah transformasi tumbukan Barnard 68. Awan dingin gas dan debu yang dikenal sebagai Bok globule.

Melayang-layang di konstelasi Ophiuchus dan memberi salah satu sekilas paling rinci tahap pertama persalinan bintang.

Gumpalan memiliki masa depan yang pasti. Beberapa astronom berpikir bintang dalam proses pembentukan, sementara yang lain berpikir usaha yang gagal.

Hari ini gas dan debu di Barnard 68 lebih dingin dibanding Pluto dan begitu gelap. Anda tidak akan dapat melihat satu bintang di langit. Hanya awan dan gas yang memanjang ke kiri bawah.

Pada tahun 2009, Andreas Burkert, astronom University of Munich di Jerman, dan Alves João, astronom University of Vienna di Austria, mengusulkan ekstensi awan benar-benar terpisah. Dampak awan harus menyebabkan globule yang lebih besar sehingga runtuh menjadi begitu padat dan panas, bersinar seperti Matahari.

Pengamatan baru oleh Markus Nielbock, astronom Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman, dan rekan mendukung teori ini. Mereka menggunakan ESA Herschel Space Observatory untuk mengukur suhu debu di awan dari pusatnya ke tepi.

Sudah pasti cukup dingin untuk membentuk bintang. Observasi radio berbasis darat mengungkap kecepatan peluru sedikit berbeda dari awan utama. Gumpalan memang 2 rumpun material yang terpisah.

Masa depan Barnard 68 masih diperdebatkan, tetapi para astronom dengan hati-hati memprediksi objek memang di ambang runtuh. Dalam beberapa ratus ribu tahun pusat awan bercahaya, meskipun ada peran gravitasi. Matahari menghabiskan jutaan tahun dalam fase gravitasi sebelum beralih ke energi nuklir.
The Earliest Phases of Star formation observed with Herschel (EPoS): The dust temperature and density distributions of B68

M. Nielbock, R. Launhardt, J. Steinacker, A. M. Stutz, Z. Balog, H. Beuther, J. Bouwman, Th. Henning, P. Hily-Blant, J. Kainulainen, O. Krause, H. Linz, N. Lippok, S. Ragan, C. Risacher, A. Schmiedeke

arXiv (last revised 8 Sep 2012)

Akses : arXiv:1208.4512
Gambar : ESO

Artikel Lainnya:

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Jurnal Sains