Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Apakah Bulu Burung Kreativitas Neanderthal

Jurnal KeSimpulan.com - Bulu menjadi petunjuk seni Homo neanderthalensis. Kerabat dekat manusia punah mungkin terinspirasi kreatif dengan bulu.

Neanderthal mungkin telah melukis gambar-gambar di dinding gua, tapi laporan baru mengusulkan mereka memiliki sensibilitas artistik. Kerabat dekat Zaman Batu Homo sapiens secara teratur membuat ornamen pribadi dan mungkin ritual termasuk bulu burung.

Bertulang tengkorak besar, Neandertal bersama dengan manusia awal lain memiliki bakat mental menggunakan benda-benda konkret.

Apakah gambar batu atau hiasan bulu mewakili ide-ide abstrak dan keyakinan? kata Clive Finlayson, ekolog Gibraltar Museum.

Neanderthal hidup mewah dengan karya bulu, beberapa ribu tahun sebelum Zaman Batu yang juga dihiasi diri dengan bulu.

Tapi kesimpulan dipertanyakan dan laporan baru tidak menyelesaikan perdebatan lama tentang apakah kemampuan mental Neanderthal cocok seperti yang dilakukan Homo sapiens, kata Mary Stiner, antropolog University of Arizona di Tucson.

"Sulit atas dasar informasi yang disajikan untuk menyatakan klaim bahwa burung adalah prop dalam ritual Neandertal," kata Stiner.

Finlayson dan rekan menganalisis 1.699 situs Zaman Batu, sebagian besar gua-gua di Afrika Utara, Asia dan Eropa. Tulang burung sering ditemukan bercampur dengan tulang Neanderthal di situs berdating sekitar 100.000 hingga 28.000 tahun.

Penyelidikan 604 tulang dari 21 spesies burung yang sebelumnya digali di Gua Gorham yaitu situs Neanderthal di Gibraltar mengungkap dominasi tulang sayap setidaknya 18 burung dengan sayatan alat batu atau proses pengupasan bulu.

Finlayson mengusulkan Neanderthal menggunakan bulu burung di Gua Gorham yang berlangsung setidaknya 42.000 hingga 28.000 tahun lalu. Neandertal bisa mengumpulkan bulu dari sarang burung, burung yang mati dan jatuh ke tanah atau sisa saat daging disantap.

Mungkin pula tulang Neanderthal dan burung terakumulasi bersama dalam gua hanya karena kedua belah pihak menghabiskan banyak waktu berlindung di lokasi tersebut. Bagaimanapun kaitan burung dengan kegiatan Neandertal jarang terjadi, kata, kata Stiner.
Birds of a Feather: Neanderthal Exploitation of Raptors and Corvids

Clive Finlayson1,2, Kimberly Brown1, Ruth Blasco3,4, Jordi Rosell3,4, Juan José Negro5, Gary R. Bortolotti6, Geraldine Finlayson1, Antonio Sánchez Marco7, Francisco Giles Pacheco1, Joaquín Rodríguez Vidal8, José S. Carrión9, Darren A. Fa1, José M. Rodríguez Llanes10
  1. The Gibraltar Museum, Gibraltar
  2. Department of Social Sciences, University of Toronto, Toronto, Canada
  3. Àrea de Prehistòria, Universitat Rovira i Virgili (URV), Tarragona, Spain
  4. IPHES, Institut Català de Paleoecologia Humana i Evolució Social, C/Marcel•lí Domingo s/n (Edifici W3), Campus Sescelades, Tarragona, Spain
  5. Estación Biológica de Doñana (CSIC), Avda,Americo Vespucio s/n, Sevilla, Spain
  6. Department of Biology, University of Saskatchewan, Saskatoon, Canada
  7. Area of Neogene and Quaternary Faunas, Institut Català de Paleontologia, Campus de la UAB, Cerdanyola del Vallès, Spain
  8. Depto. Geodinámica y Paleontología, Facultad de Ciencias Experimentales, Campus del Carmen, Universidad de Huelva, Huelva, Spain
  9. Department of Plant Biology, University of Murcia Campus de Espinardo, Murcia, Spain
  10. CRED - Centre for Research on the Epidemiology of Disasters Institute Health and Society, Université Catholique de Louvain 30, Brussels, Belgium
PLoS ONE 7(9): e45927, September 17, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0045927
Gambar : Clive Finlayson et.al., PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0045927.g001

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment