Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Tungau Triasacarus fedelei dan Ampezzoa triassica

Jurnal KeSimpulan.com - Serangga kuno terperangkap dalam waktu. Lanskap triasik sekitar 230 juta tahun lalu, 2 tungau dan kutu terjebak dalam genangan resin pohon yang cair.

Resin mengalir dari spesies pohon konifer yang sudah punah di pegunungan timur laut Italia dan membanjiri beberapa kutu. Sejak itu mereka tidak pernah pindah. Meskipun kematian hina, spesies kecil ini menjadi arthropoda invertebrata tertua.

Dunia arthropoda tenggelam dan merangkak ke atas permukaan Bumi selama lebih dari 400 juta tahun.

Tungau dan kutu terbang telah hadir jauh sebelum munculnya tanaman berbunga 230 juta tahun yang lalu.

Keluarga besar mencakup serangga, arakhnida dan krustasea yang pernah ditemukan terawetkan dalam damar.

Tapi sebelum temuan spesimen tertua dikumpulkan dalam damar berdating 130 juta tahun.

Sekarang 3 arthropoda lebih tua sepanjang 2 hingga 6 milimeter terbungkus amber yang digali di sebuah situs pegunungan Dolomit Alpen Italia.

Spesimen baru sekitar 100 juta tahun lebih awal dari spesimen sebelumnya. Mungkin terperangkap selama pergeseran iklim 10 juta tahun lalu yang menyebabkan pohon memproduksi resin lebih dari biasanya.

Meskipun peneliti tidak bisa mengidentifikasi kutu terbang karena kurangnya fitur tubuh , tungau utuh pada tingkat mikroskopis memungkinkan tim untuk mengidentifikasi 2 spesies baru yaitu Triasacarus fedelei dan Ampezzoa triassica.

Tungau baru menjadi leluhur tertua keluarga tungau Eriophyoidea. Hari ini, kelompok mereka termasuk setidaknya 3.500 spesies dan memiliki tipe tubuh yang berbeda termasuk dilengkapi bulu disebut featherclaws.
Arthropods in amber from the Triassic Period

Alexander R. Schmidt1 et.al.
  1. Courant Research Centre Geobiology, Georg-August-Universität Göttingen, Goldschmidtstraße 3, 37077 Göttingen, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) August 27, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1208464109
Gambar : Alexander R. Schmidt, et.al, PNAS, DOI:10.1073/pnas.1208464109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment