Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Link Pria Desa Bunuh Diri dan Kekeringan

Jurnal KeSimpulan.com - Pria bunuh diri terkait kekeringan. Pria di pedesaan lebih mungkin melakukan bunuh diri dibanding rekan-rekan mereka di perkotaan selama kekeringan.

Setiap tahun 600 pria di New South Wales Australia bunuh diri. Para ilmuwan telah lama berasumsi kekeringan adalah penyebab bunuh diri di pedesaan, tetapi laporan ini pertama kali membuktikan link tersebut.

"Petani beresiko lebih tinggi bunuh diri sepanjang tahun. Perbedaan risiko berhubungan dengan kekeringan," kata Ivan Hanigan, epidemiolog Australian National University.

Para peneliti membandingkan curah hujan bulanan dan catatan bunuh diri di 11 wilayah di seluruh negara bagian.

Antara tahun 1970 hingga 2007 tidak ada korelasi antara kekeringan dan tingkat bunuh diri di perkotaan tetapi link secara pasti terjadi di pedesaan. Sebagian besar populasi kelompok usia 30 hingga 49, sehingga kesimpulan terkuat diambil dari kelompok usia ini.

"Mereka jauh lebih mungkin melakukan bunuh diri saat kekeringan dibanding orang di daerah metropolitan. Temuan ini mendukung teori bahwa petani dan buruh tani meningkatkan risiko bunuh diri selama kekeringan," kata Hanigan.

Menariknya, hasil analisis menunjukkan tingkat bunuh diri turun selama kekeringan pada wanita di kelompok usia yang sama. Tapi mutlak bahwa laki-laki pedesaan jauh lebih besar dibanding perempuan.

"Sangat mengejutkan dan penting. Ini memperkuat cakupan bahwa bunuh diri adalah masalah yang sangat kompleks. Kita baru mulai mengurai berbagai kausal di tempat kerja," kata Hanigan.

Laki-laki di pedesaan mengandalkan hidup sebagai petani yang tergantung pada lingkungan alami dibanding laki-laki di perkotaan. Perempuan pedesaan kurang beresiko karena memiliki dukungan sosial lebih besar dan mungkin lebih mampu beradaptasi.
Suicide and drought in New South Wales, Australia, 1970–2007

Ivan C. Hanigan1,2, Colin D. Butler1, Philip N. Kokic3, and Michael F. Hutchinson4
  1. National Centre for Epidemiology and Population Health, Research School of Population Health, Australian National University, Canberra ACT 0200, Australia
  2. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Climate Adaptation Flagship, Aspendale VIC 3195, Australia
  3. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Mathematics, Informatics and Statistics, Canberra ACT 2601, Australia
  4. Fenner School of Environment and Society, College of Medicine, Biology and Environment, Australian National University, Canberra ACT 0200, Australia
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) August 13, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1112965109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment