Pages

Gen DMRT3 Regulasi Kaki Kuda Trotter

Jurnal KeSimpulan.com - Mutasi gen membuat kuda berlari. Varian genetik tertentu yang mempengaruhi kiprah vertebrata, sebuah anugerah potensi bagi peternak kuda trott.

Temuan juga memberi pemahaman lebih besar tentang cedera tulang belakang pada manusia. Petunjuk gen ditemukan pada kuda Islandia, keturunan yang terkenal suka berlari. Kiprah kuda di mana kaki pada satu sisi bergerak maju pada saat yang sama.

Sangat menonjol di antara kuda Islandia yang diperkenalkan ke Islandia oleh Viking dan diakui sebagai strain yang memberi kaki-kaki simetris.

Lisa Andersson, genetikawan Uppsala University, dan rekan membandingkan kode genetik 70 kuda, 40 diantaranya bagus berlari dan 30 lainnya tidak.

Ada perubahan kecil, hanya satu huruf, kode gen yang dikenal sebagai DMRT3 dalam 40 kuda trotting. Penelitian sebelumnya gen DMRT3 juga ditemukan berlaku sama pada tikus.

DMRT3 pengkode protein sel-sel saraf di sumsum tulang belakang yang sangat penting dalam koordinasi gerakan kaki vertebrata. Kejutan lain bahwa mutasi juga terjadi pada tipe trotter yang terkenal juara balap di cabang kereta roda dua.

Trotter memiliki kiprah diagonal yang berarti kaki belakang dan depan diagonal berlawanan satu sama lain bergerak pada waktu yang sama. Dalam ras lomba, kuda tidak diperbolehkan gallop, selain itu didiskualifikasi.

"Apa yang kita pikirkan mutasi menghambat transisi untuk berpacu. Ini memiliki beberapa aplikasi yang jelas dalam pemuliaan kuda," kata Andersson.

Varian genetik secara luas tersebar di antara Trotter Amerika, tetapi lebih jarang ditemukan di antara Trotter Perancis yang terkenal sangat kuat. Tetapi Trotter kadang-kadang mengalami masalah dalam menjaga kebersihan berlari dibanding Trotters Amerika.

"Dan kami pikir alasan tidak berkembang biak karena tidak memiliki frekuensi tinggi mutasi," kata Andersson.

Andersson dan tim telah mempatenkan tes DNA untuk mengidentifikasi varian DMRT3 yang memungkinkan pembeli kuda melihat kesempatan dalam perlombaan. Tapi penemuan juga memiliki implikasi penting bagi kesehatan manusia.

"Ini temuan yang benar-benar penting karena kita telah menemukan pengetahuan dasar baru tentang bagaimana tulang belakang mengontrol gerakan kaki," kata Andersson.
Mutations in DMRT3 affect locomotion in horses and spinal circuit function in mice

Lisa S. Andersson1 et.al.
  1. Department of Animal Breeding and Genetics, Swedish University of Agricultural Sciences, SE-75124 Uppsala, Sweden
Nature 488, 642-646, 29 August 2012

Akses : DOI:10.1038/nature11399
Video : Lisa S. Andersson et.al., Nature, DOI:10.1038/nature11399
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube








Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment