Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Gap Antar Generasi Dating Evolusi Primata

Jurnal KeSimpulan.com - Kesenjangan generasi sarankan pemisahan manusia dan rekan-rekan primata. Kita tidak memiliki kesenjangan besar antar generasi inter spesies.

Orangtua manusia rata-rata berjenjang 29 tahun lebih tua dari anak-anak mereka. Selama ini dianggap luar biasa panjang bagi primata lain. Tapi laporan baru, simpanse dan gorila memiliki kesenjangan antar generasi besar juga, masing-masing sekitar 25 tahun dan 19 tahun.

Temuan juga menunjukkan leluhur hominin memisahkan diri dari simpanse setidaknya 7-8 juta tahun lalu, 1 juta tahun lebih lama dari perhitungan sebelumnya.

Selama 45 tahun terakhir, genetika menunjukkan leluhur manusia modern dan simpanse bercabang 4-6 juta tahun lalu dan gorila 7-9 juta tahun yang lalu.

Tidak ada fosil simpanse dan gorila. Dating dikalibrasi dengan jumlah variasi sekuens DNA ketiga spesies dan dibagi dengan "tingkat mutasi" atau seberapa cepat mutasi muncul dari waktu ke waktu .

Ada masalah. Para ilmuwan sering menghitung tingkat mutasi menggunakan dating fosil spesies primata lainnya, kemudian menerapkan nilai ke kera Afrika dan manusia. Pendekatan ini tunduk pada galat karena bergantung pada keakuratan usia fosil dan asumsi bahwa tingkat mutasi sama di seluruh spesies kera.

"Ada cara yang lebih baik," kata Linda Vigilant, antropolog molekuler Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman.

Data sekuen genom manusia lebih tepat untuk menghitung rata-rata jumlah mutasi yang muncul per generasi dalam keluarga manusia. Para ilmuwan menggunakan perkiraan waktu generasi baru yang menurunkan tingkat mutasi tahunan untuk menghitung berapa lama garis keturunan berpisah.

Vigilant dan rekan serta 20 kolaborator mengumpulkan data usia ibu dan ayah dari 226 anak dari delapan komunitas simpanse berbeda di alam liar dan 105 gorila gunung dari dua lokasi yang berbeda di Afrika.

Ibu simpanse berkisar di usia 11,7-45,4 tahun ketika melahirkan keturunan. Rata-rata usia reproduksi 25 tahun untuk wanita dan 24 tahun untuk pria, memberi rata-rata gap waktu generasi sekitar 25 tahun. Ibu gorilla berkisar di usia 7,3-38 tahun ketika melahirkan dan gap waktu generasi rata-rata sekitar 19,3 tahun.

Panjang kesenjangan antar generasi menegasikan aturan lama bahwa semakin besar tubuh hewan, semakin lama gap generasi dan lebih lambat laju mutasi. Meskipun mungkin benar untuk beberapa mamalia, tapi tampaknya tidak berlaku ketika membandingkan kera besar Afrika ke manusia.

"Ukuran tubuh yang lebih besar tidak selalu berarti tingkat mutasi lebih rendah. Bahkan peneliti yang mempelajari gorila dan simpanse terkejut," kata David Reich, genetikawan Harvard University.

Tim membagi jumlah mutasi antara orang tua dan keturunan. Laju mutasi bisa tinggi dan bisa rendah untuk setiap spesies per tahun terhadap tingkat yang rata-rata lebih lambat dari perkiraan sebelumnya ketika menggunakan analisis fosil untuk mengkalibrasi jam molekuler.

Ketika tim menerapkan tarif baru laju mutasi sejarah ketiga spesies, manusia dan simpanse berpisah 7-8 juta tahun lalu dan kemungkinan di awal 13 juta tahun lalu. Sedangkan garis gorila dengan manusia dan simpanse 8-19 juta tahun lalu. Jadi pertanyaan yang tersisa apakah tingkat mutasi lebih cepat di masa lalu.

Jika nenek moyang manusia, simpanse dan gorila berpisah lebih awal dari prediksi memberi verifikasi lebih valid atas klaim fosil anggota paling awal keluarga manusia seperti Sahelanthropus tchadensis dari Chad berdating 6-7 juta tahun sebagai hominin.
Generation times in wild chimpanzees and gorillas suggest earlier divergence times in great ape and human evolution

Kevin E. Langergraber1,2 et.al.
  1. Department of Anthropology, Boston University, Boston, MA 02215
  2. Primatology Department and
  3. Genetics Department, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Leipzig 04103, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)

Akses : DOI:10.1073/pnas.1211740109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment