Pages

Diaspora Peta Genetika Yahudi Afrika Utara

Jurnal KeSimpulan.com - Diaspora Afrika utara ditulis dalam gen. Analisis DNA menelusuri sejarah migrasi genetik Yahudi. Signature genetik yang khas memperkuat catatan sejarah.

Orang begitu mudah mengatakan suatu hal, namun satu pertanyaan yang kelihatannya sederhana sulit untuk menjelaskan. Apa itu "Yahudi?" Apakah genetika, budaya, ataukah agama? Laporan sebelumnya mengungkap hubungan genetik yang menunjukkan dasar biologis Yahudi.

Namun studi sebelumnya tidak memasukkan data dari Afrika Utara, Ethiopia, atau komunitas Yahudi lainnya.

Sekarang laporan baru mengisi peta genetik dan melukis gambaran yang lebih kompleks dari apa arti kata Yahudi.

Yahudi modern jumlahnya lebih dari 13 juta di seluruh dunia. Secara tradisional dibagi menjadi berbagai kelompok.

Yahudi Timur Tengah dari Irak, Iran, dan tempat-tempat lain di Levant. Yahudi Sephardic dari Spanyol dan Portugal. Yahudi Ashkenazi dari Eropa yang terdiri dari 90% Yahudi Amerika. Yahudi Afrika Utara dari Maroko, Aljazair, dan negara Sahara utara lainya. Yahudi Ethiopia dan masyarakat lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Teologi Alkitab mengisahkan akar Yahudi kembali 4000 tahun kepada Abrahim dan keturunannya. Beberapa pendapat bahwa orang Yahudi modern adalah keturunan mualaf Yudaisme dan tidak berbagi hubungan genetik. Tapi sejarawan menyarankan kisah Yahudi lebih rumit dan bukan dari keturunan tunggal

Harry Ostrer, genetikawan Albert Einstein College of Medicine di New York City, dan rekan berpaling ke DNA. Pada tahun 2010, Ostrer menemukan 3 kelompok Yahudi yaitu Timur Tengah, Sephardic, dan Ashkenazi memiliki koneksi genetik kembali lebih dari 2000 tahun lalu.

Namun studi tersebut tidak termasuk Yahudi Afrika Utara yang mewakili populasi Yahudi kedua terbesar di dunia atau kelompok Yahudi kontroversi seperti Yahudi Ethiopia. Jadi Ostrer mengumpulkan sampel DNA Yahudi dari Maroko hingga Yaman.

Metode akurat disebut identity by descent (IBD) bahkan dapat menentukan seberapa dekat 2 individu yang terkait, tim membandingkan sampel DNA satu sama lain. Sebagian besar kelompok sampel berbagi fitur genetik, menunjukkan warisan bersama dating pra Romawi.

Yahudi Afrika Utara, khususnya Maroko dan Aljazair, menunjukkan hubungan genetik dekat dengan Ashkenazi dan Sephardic serta sedikit bukti perkawinan dengan populasi kontemporer non-Yahudi di Afrika Utara. Yahudi Georgia berbagi fitur genetik dengan orang Yahudi Timur Tengah.

Yahudi Yaman juga membentuk kelompok genetik yang terpisah dari orang Yahudi lainnya, konsisten dengan konversi. Sementara Yahudi Ethiopia membentuk klaster sendiri dan berbagi IDB kecil dengan populasi Yahudi lain.

"Saya berpikir gen yang berkontribusi terhadap Yahudi," kata Ostrer.

Meskipun studi baru paling mendalam dari sebelumnya, tentu tidak dapat menentukan siapa Yahudi itu. Orang Palestina memiliki susunan genetik yang mirip dengan orang Yahudi.

"Genetika hanya segi identitas," kata Francesc Calafell, genetikawan Institute of Evolutionary Biology di Barcelona.

Temuan melengkapi catatan sejarah migrasi Yahudi dan pengusiran. Hubungan genetik antara Yahudi Afrika Utara dengan Ashkenazi dan Sephardic mencerminkan pengusiran orang Yahudi Eropa dari Spanyol dan Portugal selama Inkuisisi Spanyol di akhir tahun 1400-an.

"Tentunya analisis genom paling luas populasi Yahudi sampai saat ini. Dan ini menunjukkan ada genetik dan komponen budaya untuk menjadi Yahudi," kata Sarah Tishkoff, genetikawan University of Pennsylvania.

Namun sejauh ini bekum melibatkan populasi Yahudi di India, sub-Sahara Afrika, China dan Burma. Ostrer mengatakan timnya berencana untuk memasukkan DNA mereka dalam studi masa mendatang untuk menyelesaikan apa yang ia sebut sebagai "permadani dari Yahudi."
North African Jewish and non-Jewish populations form distinctive, orthogonal clusters

Christopher L. Campbell1 et.al.
  1. Departments of Pathology, Medicine, and Genetics, Albert Einstein College of Medicine, Bronx, NY 10461
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) August 6, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1204840109

Abraham's Children in the Genome Era: Major Jewish Diaspora Populations Comprise Distinct Genetic Clusters with Shared Middle Eastern Ancestry

Gil Atzmon1 et.al.
  1. Department of Medicine, Albert Einstein College of Medicine, Bronx, NY 10461, USA
  2. Department of Genetics, Albert Einstein College of Medicine, Bronx, NY 10461, USA
The American Journal of Human Genetics Volume 86, Issue 6, 850-859, 03 June 2010

Akses : DOI:10.1016/j.ajhg.2010.04.01

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment