Pages

Alat Pemburu Pengumpul 44.000 Tahun Lalu

Jurnal KeSimpulan.com - Tongkat, batu dan tulang ungkap munculnya budaya pemburu-pengumpul. Gua Afrika Selatan menyimpan artefak berdating 44.000 tahun identik hari ini.

Masyarakat yang tinggal di sebuah gua di Afrika Selatan 44.000 tahun lalu membuat berbagai barang mulai dari pisau, manik-manik dan alat pemburu-pengumpul dengan model sama persis yang dibuat masyarakat dari daerah tersebut pada hari ini.

Berbagai artefak sejarah menyibak perilaku manusia modern di Afrika Selatan kembali lebih 20.000 tahun lalu.

Dating radiokarbon merujuk usia tongkat kayu, manik-manik burung unta, tulang awl dan serpihan batu bagian penting tak terpisahkan dalam kotak perhiasan dan perangkat canggih pemburu-pengumpul.

Artefak dari Border Cave di Afrika Selatan mewakili alat dan teknologi yang identik digunakan pemburu-pengumpul Afrika selatan hari ini.

"Kita tidak hanya melihat orang-orang modern. Kita melihat orang modern dalam cara yang kita tahu," kata Francesco d'Errico, antropolog University of Bourdeaux di Perancis.

Koleksi berkarakteristik Zaman Batu Akhir, periode waktu arkeologi dimulai di selatan Afrika 20.000 tahun lalu. Tapi dating radiokarbon terbaru menunjukkan Zaman Batu Akhir benar-benar muncul 44.000 hingga 42.000 tahun lalu. Bertepatan di awal paleolitik Eropa dengan inovasi budaya dan teknologi.

Arkeolog sebelumnya menggali artefak pemburu di selatan Afrika berdating 75.000 tahun. Tetapi link artefak untuk masa kini tidak jelas. Sekarang para ilmuwan dapat link artefak yang lebih baru. Sekitar 20.000 tahun lalu identik dengan pengumpul pemburu pada hari ini.

"Salah satu teka-teki arkeologi Afrika selatan. Memberi kita pandangan yang jauh lebih baik dari apa yang terjadi selama periode ini," kata Christopher Henshilwood, arkeolog University of the Witwatersrand di Johannesburg.

Pertama kali para peneliti menemukan koleksi Border Cave Selatan Afrika Gua dekade lalu.

Sempurna terawetkan dalam lapisan sedimen pasir dan abu.

Tapi temuan baru melihat lebih dekat di setiap artefak seperti jejak racun, potongan atau bintik resin bergetah yang membantu mengungkap petunjuk budaya.

Noda mikroskopik residu oranye gelap di ujung tongkat kayu tipis.

Di lain artefak benjolan material misterius, serat penuh lekukan. Analisis kimia mengungkap residu racun berwarna jingga kemungkinan terbuat dari biji jarak, benjolan adalah lilin lebah yang dibungkus benang dan dicampur dengan racun.

Lilin lebah memiliki kegunaan bagi pisau tentara Swiss. Alat Jaman Batu menggunakan lilin agar racun tetap di ujung tulang panah atau untuk melekatkan benang ekstra agar panah tetap di poros. Fungsi alat hingga 40.000 tahun lalu dan bukti tertua penggunaan lilin lebah.

Kompleks perangkat pemburu-pengumpul juga termasuk serpihan batu seukuran kuku. Peneliti memilah-milah ribuan batu dari lapisan sedimen gua dan analisis bit residu coklat yang masih menempel di beberapa serpihan. Residu lengket terbuat dari kulit kayu pohon.

Batu-batu kecil atau microlith terkubur dalam lapisan yang sama dengan lilin lebah, menandai pergeseran secara bertahap berbagai jenis peralatan yang digunakan pada jaman dulu.
Early evidence of San material culture represented by organic artifacts from Border Cave, South Africa

Francesco d’Errico1,2 et.al.
  1. Centre National de la Recherche Scientifique, Unité Mixte de Recherche 5199, De la Préhistoire à l'Actuel: Culture, Environnement et Anthropologie, Université Bordeaux I, F-33405 Talence, France;
  2. Institute for Archaeology, History, Cultural Studies and Religion, University of Bergen, 5020 Bergen, Norway
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) July 30, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1204213109

Border Cave and the beginning of the Later Stone Age in South Africa

Paola Villa1,2,3 et.al.
  1. University of Colorado Museum, Boulder, CO 80309-0265;
  2. School of Geography, Archaeology and Environmental Studies, Bernard Price Institute for Palaeontological Research, School of Geosciences, and Institute for Human Evolution, University of the Witwatersrand, Wits 2050, South Africa;
  3. Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS)–Unité Mixte de Recherche 5199 De la Préhistoire à l'Actuel: Culture, Environnement et Anthropologie (PACEA), Université Bordeaux 1, 33405 Talence, France
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) July 30, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1202629109
Gambar : Lucinda Blackwell

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment