Pages

Sel Induk Oosit Ovarium Manusia Disanggah

Jurnal KeSimpulan.com - Perdebatan sel induk ovarium memanas. Apakah wanita dilahirkan dengan semua telur ataukah mereka memiliki kemampuan untuk memproduksi ulang?

Kui Liu, biolog molekuler University of Gothenburg di Swedia, mengatakan telah mengesampingkan kemungkinan menggiurkan sel induk ovarium. Februari lalu, Jonathan Tilly dan rekan-rekannya di Massachusetts General Hospital di Boston mengklaim telah menemukan sel induk oosit dalam ovarium manusia.

Tilly membuat kegaduhan media bahwa sel mampu membentuk telur matang baru.

Satu peluang bisa dimanfaatkan untuk fertilisasi in vitro serta membantu wanita yang lebih tua dapat hamil bayi yang sehat.

Tapi tidak mudah untuk membatalkan dogma bahwa mamalia dilahirkan dengan semua telur yang pernah dimiliki sekaligus untuk seumur hidup.

Ovarium manusia mengandung hingga 2 juta telur belum matang dan setiap menstruasi dilepaskan.

Tilly dan berbagai tim lain menemukan apa yang mereka yakini sebagai sel induk dalam ovarium tikus. Tim-tim peneliti tersebut mengatakan sel-sel mampu membagi ke dalam sel telur baru.

Protein vasa ditarik dari permukaan sel ke pusat. Tilly mencari sel dengan vasa yang masih di permukaan jaringan ovarium manusia. Sejumlah kecil dan diidentifikasi sebagai sel induk karena ketika dikeluarkan dari jaringan dan ditanam dalam tikus dapat membagi menjadi sel-sel stadium awal telur.

Tapi tim Liu menggunakan pendekatan berbeda dengan menggunakan tikus mutan agar semua sel-sel bercahaya hijau. Mereka membudidaya tikus ini dengan tikus transgenik yang membawa sepotong DNA vasa dan warna berubah hanya pada sel-sel yang membawanya.

"Sel-sel ini tidak pernah berkembang biak. Kami melihat sel-sel ini benar-benar bukan sel induk," kata Liu.

Tilly bereaksi dan mnegatakan bahwa sulit bagi tim Liu menyingkirkan temuannya karena Liu tidak menggunakan teknik yang sama. Gen vasa dinyatakan dalam sel pada setiap tahap perkembangan. Sel-sel yang dibudidaya tim Liu tidak mengandung sel induk yang memang sangat sedikit.

"Dari hasil yang ditunjukkan, Liu tidak mendapatkan apa-apa kecuali telur belum matang dan tentu saja mereka tidak akan berkembang biak. Butuh beberapa minggu untuk sel mulai tumbuh, bukan tiga hari," kata Tilly.

Evelyn Telfer, biolog University of Edinburgh di Inggris, juga tidak yakin dengan temuan Liu. Mereka tidak mencoba untuk melihat populasi sel yang dilaporkan oleh tim lain. Walaupun identifikasi sel induk tim Tilly masih perlu dibuktikan, temuan tim Liu tidak dapat mengesampingkan keberadaan sel-sel induk.

"Mereka tidak membandingkan like for like, mereka membandingkan apel dan jeruk," kata Telfer.

Hugh Clarke, biolog reproduktif McGill University di Kanada, terkesan dengan laporan Liu. Sebuah penelitian yang benar-benar bagus dan secara hati-hati dilakukan. Bukti bahwa sel induk ovarium tidak ada.

"Saya tidak akan membuang waktu untuk mencari sesuatu yang saya pikir tidak ada," kata Clarke.

Tilly mengatakan laporan Liu tidak menjawab perdebatan, temuan baru justru mengipasi api. Beberapa tim telah menemukan sel induk ini di beberapa spesies, namun masih ada orang yang menolak untuk percaya.

"Saya sarankan untuk tenang. Kita perlu menunggu laboratorium lain untuk mereplikasi temuan Tilly sebelum kita banyak membuang uang," kata Liu.
Experimental evidence showing that no mitotically active female germline progenitors exist in postnatal mouse ovaries

Hua Zhang1, Wenjing Zheng1, Yan Shen1, Deepak Adhikari1, Hiroo Ueno2, and Kui Liu1
  1. Department of Chemistry and Molecular Biology, University of Gothenburg, SE-405 30, Gothenburg, Sweden; and
  2. Department of Stem Cell Pathology, Kansai Medical University, Moriguchi City, 570-8506, Osaka, Japan
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) July 9, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1206600109
Gambar dan Video : Hua Zhang et.al, PNAS, DOI:10.1073/pnas.1206600109
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment