Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Panen Besar Kapas GM Bacillus thuringiensis

Jurnal KeSimpulan.com - Kapas rekayasa genetika memberi nilai tinggi di India. Tanaman rekayasa meningkatkan hasil dan keuntungan relatif terhadap varietas konvensional.

Petani di India tengah dan selatan yang menanam kapas genetically modified (GM) memanen kapas lebih berlimpah, keuntungan lebih besar dan standar hidup lebih tinggi dibanding petani yang menanam kapas konvensional.

Data mencakup 533 pemilik pertanian tahun 2002 hingga 2008. Selama jangka waktu tersebut hampir semua pertanian beralih dari konvensional ke kapas GM.

Kapas GM disebut kapas Bt yang berisi gen bakteri Bacillus thuringiensis yang membuat tanaman tahan terhadap ulat kapas bollworm.

Keunggulan kapas bt hanya karena semata-mata tahan hama. Tapi hasil plot yang ditanami kapas Bt meningkat 24% dan peningkatan keuntungan 50% dibandingkan plot kapas konvensional. Selama 2006-2008, petani kapas Bt memiliki standar hidup meningkat 18%.

"Ketika Anda mewawancarai dan mengunjungi mereka dan dari waktu ke waktu, Anda bisa melihat perubahan standar hidup telah meningkat," kata Matin Qaim dan Jonas Kathege, agrikulturis Georg-August University di Goettingen, Jerman.

Manfaat serupa terlihat secara global. Review 2010 dari 168 petani di 12 negara menemukan manfaat positif penanaman GM. Kapas Bt resmi disetujui di India tahun 2002. Sebelum itu, kutu bollworm selalu mengkoyak 50% hasil. Saat itu kapas Bt diadopsi 7 juta petani meliputi 97% lahan. Hasil panen 2 kali lipat dan penggunaan insektisida hanya separuh.

Tapi survei sampel petani tidak selalu mencerminkan kontribusi di India rata-rata secara keseluruhan. Meskipun survei asli, peneliti tidak masuk ke semua negara bagian dan tidak dapat mencakup setiap situasi.

"Sama seperti dalam jajak pendapat politik, pasti ada margin kesalahan," kata Guillaume Gruere, peneliti senior International Food Policy Research Institute di Washington DC.

Di India kapas tumbuh di berbagai jenis tanah, cuaca, beban hama dan kondisi di India selatan dan tengah mungkin berbeda dengan di utara. Bahkan manfaat mungkin tidak konsisten di semua sampel. Inkonsistensi tercermin dalam versi statistik pemerintah India. Sejauhmana manfaat gen Bt masih menjadi pertanyaan.

"Tapi teknologi Bt brilian. Anda tidak bisa membayangkan petani menentukan pilihan jika tidak ada manfaat ekonomi," kata Keshav Raj Kranthi, direktur Central Institute of Cotton Research di Nagpur, India.
Economic impacts and impact dynamics of Bt (Bacillus thuringiensis) cotton in India

Jonas Kathage1 and Matin Qaim1
  1. Department of Agricultural Economics and Rural Development, Georg-August-University of Goettingen, D-37073 Goettingen, Germany
Proceedings of the National Academy of the Sciences (PNAS) July 2, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1203647109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment