Pages

Debu Vulkanik Bukan Pembunuh Neanderthal

Jurnal KeSimpulan.com - Neanderthal tidak diguyur debu vulkanik. Sekitar 40.000 tahun lalu terjadi letusan besar gunung berapi yang sekarang di Naples, Italia.

Beberapa peneliti menyarankan letusan super meludahkan abu vulkanik disusul mantra dingin yang menghapus Neanderthal dari Bumi utara. Namun laporan baru terhadap partikel mikroskopis vulkanik menyimpulkan letusan terjadi pasca Neandertal menghilang.

Misteri lama, mengapa Neandertal menghilang telah menjadi perdebatan arkeologi paling sengit.

Sekarang tersangka atas kepunahan mereka kembali pada persaingan dengan manusia modern.

Selama bertahun-tahun, pendapat terus bergeser bolak-balik antara perubahan iklim dan persaingan dengan manusia modern atau kombinasi keduanya.

Waktu sangat penting. Sedangkan gelombang manusia modern dari Afrika dan Timur Tengah memasuki Eropa mungkin sekitar waktu pra letusan dengan mengambil beberapa ribu tahun.

Awal tahun ini, tim Eropa menyelidiki Ignimbrit Campanian (CI) untuk menghitung abu dan kimia aerosol yang berhamburan ke atmosfer. Letusan mendinginkan belahan Bumi utara 2oC selama 3 tahun.

Tim lebih dari 40 peneliti dipimpin John Lowe, geografer University of London di Egham, menggunakan teknik baru untuk mendeteksi abu vulkanik. Metode menyelidiki cryptotephra yaitu partikel kecil kaca vulkanik yang tidak terlihat mata telanjang.

Cryptotephra jauh lebih ringan sehingga dapat menembus situs arkeologi serta lingkungan laut, danau, dan rawa. Selain itu analisis komposisi kimia partikel mikroskopis, peneliti melacak kembali letusan gunung berapi tertentu dalam hal ini CI.

Tim mengumpulkan sampel mengandung cryptotephra CI dari 4 gua, artefak khas Neanderthal dan manusia modern. Juga partikel dari situs manusia modern di Libya serta situs rawa dan laut di Yunani dan Laut Aegea.

Hasilnya tidak sesuai dengan hipotesis bahwa letusan super yang bertanggung jawab atas kepunahan Neanderthal, setidaknya di Eropa tengah. Cryptotephra CI terletak di atas dan dating mundur. Manusia modern menggantikan dominasi Neandertal pra bencana 40.000 tahun lalu.

"Iklim mungkin secara tidak langsung bertanggung jawab atas kepunahan Neanderthal, tapi peristiwa bencana pasti tidak," kata William Davies, arkeolog University of Southampton di Avenue Campus, di Inggris.

Sekarang bola kepunahan Neandertha terletak pada kompetisi dengan manusia modern. Namun demikian, penelitian hanya terjadi di Eropa Timur tengah dan tidak untuk Eropa Barat di mana beberapa peneliti menyatakan Neanderthal masih eksis 35.000 tahun lalu di Portugal dan Spanyol.

"Kita tidak bisa mengesampingkan kelangsungan hidup Neandertal pasca-CI dan pasca Heinrich. Refugia Semenanjung Iberia, tapi pasti kelangsungan hidup sangat terbatas menuju kepunahan fisik," kata Chris Stringer dari Natural History Museum di London.
Volcanic ash layers illuminate the resilience of Neanderthals and early modern humans to natural hazards

John Lowe1 et.al.
  1. Department of Geography, Royal Holloway University of London, Surrey TW20 0EX, United Kingdom
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) July 23, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1204579109
Gambar : John Lowe1 et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1204579109

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment