Pages

Adaptasi Lingkungan Seksual dan Aseksual

Jurnal KeSimpulan.com - Urusan seks tetap jadi benang kusut. Evolusi seksual secara teoritis sulit dieksperimen dan seks menganugerahi keuntungan dalam kondisi sulit.

Biolog evolusiner memiliki masalah dengan seks di tempat yang selalu sulit. Secara teoritis lingkungan Bumi yang kompleks dan beragam harus menawarkan keuntungan spesies aseksual atas rekan-rekan spesies seksual.

Spesies aseksual harus beradaptasi lebih cepat dalam niche lingkungan spesies seksual karena percampuran gen di relung berbeda menghasilkan kesalahan hibrida.

"Semua hal lain sama, populasi seksual harus bersaing dengan populasi aseksual," kata Matthew Goddard, genetikawan University of Auckland di New Zealand.

Namun bukti menunjukkan bahwa ini tidak benar-benar terjadi.

Relung lingkungan hampir selalu jauh lebih kompleks dibanding set-up sederhana dalam eksperimen laboratorium, namun spesies seksual berlimpah.

Untuk menjernihkan apa yang terjadi, Goddard dan rekan mengubah ragi Saccharomyces cerevisiae, organisme bersel tunggal yang dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual sekaligus di laboratorium.

Dua lingkungan ragi dengan andungan karbon relatif sedikit pada suhu 37oC yang tidak nyaman, kondisi lainnya nitrogen pada suhu 30oC tetapi dengan stres osmotik yang disebabkan oleh ketidakseimbangan garam. Lalu menempatkan populasi seksual dan aseksual di kedua lingkungan.

Campuran sampel ragi memungkinkan gen parsial atau pencampuran beberapa populasi seksual dalam dua lingkungan. Populasi aseksual menurut teori tidak bisa berbagi gen dan tidak bercampur.

Setelah 25 generasi, Goddard menguji fitness melalui kompetisi head-to-head di setiap populasi dan leluhur yang memprakarsai populasi. Populasi ragi terbaik yang bisa menyesuaikan diri di lingkungan mereka adalah ragi seksual yang menjalani pencampuran gen lengkap.

"Ini demonstrasi empiris pertama bahwa seks tidak menghambat adaptasi di lingkungan yang kompleks," kata Goddard.

Laporan seperti menyusun tatanan tapi pertanyaan tetap belum terjawab. Bagaimana seks bisa memberi keuntungan dalam adaptasi kelompok dengan lingkungan yang mencakup tekanan seperti kompetisi dan predator. Goddard berencana melihat apakah mutasi terbukti sukses di populasi eksperimental yang berbeda.
Gene-flow between niches facilitates local adaptation in sexual populations

Jeremy C. Gray1, Matthew R. Goddard1
  1. The School of Biological Sciences, University of Auckland, Auckland, New Zealand
Ecology Letters 12 JUN 2012

Akses : DOI:10.1111/j.1461-0248.2012.01814.x

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment